Ajukan Gugatan Praperadilan, Kuasa Hukum Pertanyakan Penahanan Habib Rizieq

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 03 Februari 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 338 2355811 ajukan-gugatan-praperadilan-kuasa-hukum-pertanyakan-penahanan-habib-rizieq-VuVO8xpqjm.jpg Habib Rizieq. (Sindonews/Yulianto)

JAKARTA - Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah, mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan mengenai penangkapan dan penahanan kliennya dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta. Kuasa hukum mempertanyakan penahanan terhadap Habib Rizieq.

Ia menyebutkan, penerapan pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang dikenakan polisi dalam kasus kerumunan di Petamburan merupakan akal-akalan untuk menahan Habib Rizieq.

"Habib Rizieq ini kan ditahan dengan Pasal 160 KUHP. Itu intinya menghasut orang untuk membuat kejahatan, bukan materi berkerumun dalam Undang-Undang Covid-19. Jadi, berkerumun Undang-Undang Covid-19 dibawa ke dinyatakan menghasut. Ini kan akal-akalan untuk menahan Habib Rizieq saja, bukan penahanan sesungguhnya," ujarnya di PN Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2021).

Menurutnya, surat perintah penangkapan dan penahanan Habib Rizieq itu dilahirkan dari dua surat perintah penyidikan oleh polisi. Padahal, sesuai KUHP, hanya dikenal satu asas, yakni satu surat perintah penyidikan dan satu surat penangkapan. Begitu juga dengan penahanan.

Baca Juga : Polri Gandeng Densus 88 Dalami Rekening FPI, Kuasa Hukum HRS: Berlebihan

"Nah ini surat perintah penyidikkannya ada dua, surat penahananya satu. Jadi surat penahanannya itu dilahirkan dari dua surat perintah penyidikan, yang mana dalam Perkap Kapolri itu cuma ada satu. Dalam KUHP juga hanya satu. Nah, di sinilah kekaburan atau ketidakjelasan," tuturnya.

Karena itu, dia mempertanyakan penahanan Habib Rizieq didasarkan surat perintah penyidikan yang mana dari dua surat perintah tersebut karena keduanya memiliki nomor tanggal berbeda. Pengacara pun menilai adanya penyimpangan KUHP dan penyimpangan Protap Kapolri dalam hal itu.

Baca Juga : Habib Rizieq Gugat Polisi Terkait Penangkapan dan Penahanannya

"Lebih tak etis dan tak tepat lagi, Habib Rizieq datang langsung ke Polda sendirian tanpa dipanggil polisi, tanpa ditangkap polisi untuk diperiksa (sebagai saksi) hanya didampingi kuasa hukumnya, Munarman. Tiba-tiba dua jam di Polda, dibuatkan surat perintah penangkapan, sedangkan pengertian ditangkap ini harusnya di luar kantor polisi sehingga melanggar hak asasi seseorang," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini