Polisi Ringkus Begal Sepeda Staf Ahli KLHK

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Kamis 04 Februari 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 338 2356433 polisi-ringkus-begal-sepeda-staf-ahli-klhk-fM0Vis6lL2.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat meringkus K pelaku begal yang memangsa pesepeda di Jalan Latumenten, Tambora, Jakarta Barat, pada Senin (25/1/2021) lalu. Pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berhasil ditangkap di Serang, Banten.

"Kami amankan kemarin (Senin) tersangka K yang merupakan DPO dari kasus begal sepeda di Serang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi dalam keterangannya, Kamis (4/2/2021).

Dikatakan Arsya, pihaknya mengetahui keberadaan K berbekal informasi yang didapat dari masyarakat. K alias Kibo bersembunyi di rumah kerabatnya di Kawasan Serang, Banten.

"Ternyata benar yang bersangkutan pernah dilihat di wilayah tersebut. Hanya saja, selama jadi DPO saudara K selalu di dalam rumah dan mengurangi kegiatan di luar," ujujanya.

Saat melakukan aksinya kepada ajudan Wakil Menteri Lingkungan Hidup bernama Slamet Supriyadi, Kibo beperpan sebagai joki. Namun K juga pernah menjadi eksekutor ketika menjambret telepon genggam mangsanya.

Baca Juga: Staf Ahli Kementerian LHK Dijambret saat Bersepeda

Kepiawayan K dalam mengendarai sepeda motor menjadikan Kibo sebagai spesialis memboncengkan rekannya dalam beraksi.

"Karena memang memiliki keahlian dalam mengendarai sepeda motor untuk menghindari apa bila sewaktu-waktu mereka dikejar oleh aparat kepolisian atau masyarakat pada saat melaksanakan kejahatan," ucapnya.

Sebelumnya, Enam orang tertangkap kamera CCTV membegal pesepeda bernama Slamet Supriyadi, di Jalan Latumenten, Tambora Jakarta Barat, pada Senin 25 Januari 2021 malam.

Lima diantaranya S, AS, EU, MA, dan TT telah ditangkap lebih dahulu. Kepolisian mengungkap komplotan begal ini sudah beraksi 35 kali di sejumlah wilayah Jakarta Barat seperti Tamansari, Kebon Jeruk, Tambora, Tanjung Duren dan Palmerah. Mereka memangaa pesepeda.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini