Jakarta Lockdown Akhir Pekan? Wagub DKI: Tidak Minggu Ini

Komaruddin Bagja, Sindonews · Kamis 04 Februari 2021 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 338 2356673 jakarta-lockdown-akhir-pekan-wagub-dki-tidak-minggu-ini-czEYNKFqqQ.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, wacana lockdown pada akhir pekan bergulir bukan dari Pemprov DKI. Menurut Ariza -sapaan akrab Riza Patria-, hal itu adalah usulan dari Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Daulay.

Ariza bahkan menegaskan bahwa lockdown di Ibu Kota tidak mungkin dimulai pada akhir pekan ini karena PSBB DKI baru berakhir pada Senin (8/2) mendatang. "Setelah 8 Februari baru kita bisa bahas lebih dalam soal opsi lockdown akhir pekan," katanya di Balai Kota DKI, Kamis (4/2/2021).

Menurut Ariza,semua usulan itu akan dikaji, didiskusikan, diteliti dan dibahas bersama pihak terkait.

"Kami sendiri membahas masukan-masukan dari siapa aja, termasuk pemerintah pusat. Ya kita tunggu saja nanti kebijakan yang akan diambil. Apakah dimungkinkan ada lockdown Akhir Pekan seperti yang disarankan bung daulay. Itu kan banyak yang harus dipertimbangkan. Sementara kita Senin-Jumat bekerja, Sabtu-Minggu digunakan untuk hari libur bagi keluarga," tambahnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Masih Menunggu Arahan Pusat soal Lockdown Akhir Pekan

Menurut Politisi Partai Gerindra itu, yang terpenting masyarakat tetap berada di rumah dan laksanakan prokes.

"Yang boleh keluar rumah bagi mereka yang berkepentinganyang sangat penting dan genting. Terlebih bagi anak-anak di usia 9 tahun ke bawah dan 60 tahun ke atas kita minta untuk tetap berada di rumah apapun yang terjadi. Itulah yang terbaik," jelas Ariza.

Wagub menuturkan, protokol kesehatan sebaiknya menjadi pola hidup bersama dalam era kenormalan baru.

"Jadi sekarang kan masih cukup tinggi penyebarannya, apalagi ada varian baru dan sebagainya kami minta masyarakat tetap ada di rumah. Kami sendiri, gubernur dan jajaran, kalau rapat melalui zoom meeting, virtual, online. Jadi semuanya sudah begitu. Ini sudah menjadi pola hidup kita bersam," jelasnya.

"Dan kita minta prokes dilaksanakan bukan karena aturan, bukan karena ada aparat yang mengawasi. Dan kita minta protokol kesehatan dilaksanakan bukan karena aturan-aturan, bukan karena aparat yang mengawasi, bukan karena dan sanksi yang berat, tetapi karena sebuah kebutuhan karena memang menjadi kebutuhan sehari-hari kita sebagaimana sehari-hari kita menggunakan baju, kita makan, kita shalat juga yang menjadi bagian dari kebutuhan kita," urainya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPR Saleh Daulay mengatakan, apabila lockdown akhir pekan diterapkan, semua orang di zona merah dan oranye dilarang keluar rumah.

“Mulai Jumat malam pukul 20.00 WIB sampai Senin pagi pukul 05.00 WIB. Ini bentuk karantina wilayah. Efektif menghambat penularan virus,’ jelasnya.

Bagaimana dengan kegiatan ekonomi? Menurut Daulay semua sangat dibatasi kecuali yang bisa dilakukan secara virtual. “Kegiatan ekonomi berjalan maksimal tentu hanya di hari kerja, Senin sampai Jumat,” kata Saleh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini