Ini Motif Istri Bakar Suami di Tangerang Selatan

Hambali, Okezone · Sabtu 06 Februari 2021 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 06 338 2357653 ini-motif-istri-bakar-suami-di-tangerang-selatan-j7HyGAv3LN.jpg Polisi mengungkap motif istri yang membakar suaminya di Tangerang Selatan (Foto : Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Rasa sakit hati yang dipendam Kristiyanah (53) memuncak, hingga akhirnya perempuan paruh baya itu membakar Samsudin (47), driver ojek online (Ojol) yang tak lain adalah suaminya. Pada Kamis 4 Februari 2021 dini hari, sang istri menyiramkan bensin ke sekujur tubuh Samsudin yang sedang tertidur lelap di lantai 2 rumah, Jalan Sukamulya, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Lalu ibu 2 anak itu pergi kabur menghilang.

Samsudin mengalami luka bakar serius hingga mencapai 95 persen. Sudah 3 rumah sakit di Tangsel yang menolak karena tak mampu menangani luka bakarnya. Terakhir dia dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati guna menjalani perawatan.

Polisi berhasil mengamankan Kristiyanah di kediaman orang tuanya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat 5 Februari. Dia menjalani pemeriksaan di Mapolres Tangsel. Di sana terungkap, bahwa motifnya membakar tubuh Samsudin karena dipicu rasa sakit hati.

"Tersangka sakit hati karena keduanya ini sering terlibat cekcok, lalu korban menganiaya tersangka. Itu sudah terjadi beberapa tahun ini," kata Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin, Sabtu (06/02/21).

Rasa sakit hati Kristiyanah dipicu pula perlakuan korban yang disebutnya tak boleh mengatur-atur aktivitas kedua putrinya. Kristiyanah lantas menyiapkan momentum tepat untuk melampiaskan amarah itu. Sebelumnya, dia lebih dulu membeli bensin di warung depan rumah menggunakan wadah botol air mineral.

Baca Juga : Sempat Kabur, Istri Bakar Suami di Tangsel Ditangkap di Semarang

Baca Juga : Driver Ojol di Tangsel Kritis Dibakar Istrinya, Cemburu Jadi Pemicu

"Berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi yang sudah diperoleh oleh pendidik, maka penyidik sudah mendapatkan alat bukti yang menunjukkan bahwa tersangka sudah memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan oleh penyidik," jelas Iman.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 ayat (2) Undang-undang (UU) Nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan atau Pasal 187 KUHP ayat (2) tentang pembakaran dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini