Penginapan di Tangsel Digerebek, 26 PSK dan Pria "Hidung Belang" Diciduk

Hasan Kurniawan, Okezone · Minggu 07 Februari 2021 04:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 338 2357837 penginapan-di-tangsel-digerebek-26-psk-dan-pria-hidung-belang-diciduk-sLDkgfVB5i.jpg Puluhan PSK diamankan petugas di Tangerang Selatan (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Praktik prostitusi terselubung di sebuah penginapan, di Jalan Boulevard Residence, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dibongkar petugas Satpol PP dan kepolisian.

Sebanyak 26 pekerja seks komersial (PSK) online dan pria hidung belang berhasil diamankan dari tempat itu. Saat dilakukan penangkapan, banyak 8 pasangan sedang asyik melakukan hubungan badan. Sebagai barang bukti, kondom bekas pakai diamankan. 

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Angga Surya Saputra mengatakan, tempat penginapan itu dijadikan sarana prostitusi.

"Didapati 26 orang pria dan wanita. Sebanyak 18 di antaranya kita serahkan ke Satpol PP, 3 ke Dinsos, dan 4 masih kita periksa, karena diduga melakukan TPPO," kata Angga kepada Sindonews, di Polres Tangsel, Sabtu (6/2/2021).

Baca Juga: Gerebek Tempat Prostitusi Online, Polisi Tangkap 22 Pria dan Wanita

Para PSK online itu berasal dari luar daerah Tangsel. Mereka sengaja datang ke kota ini, untuk menjual tubuhnya. Untuk sekali kencan, para PSK mematok harga mulai dari Rp300 ribu hingga Rp700 ribu plus kamar.

Sementara itu, Kepala Bidang Peraturan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Tangsel Sapta Mulyana menambahkan, pengungkapan tempat prostitusi terselubung itu berdasarkan laporan warga yang resah.

"Sebelumnya, di tempat itu kami pernah melakukan penindakan satu kali. Beberapa waktu berselang tidak ada lagi. Tetapi sekarang muncul lagi. Ini masih kami dalami apakah mereka orang yang sama atau beda," jelasnya.

Baca Juga:  Polda Jatim Tangkap Mahasiswa yang Tawarkan Prostitusi Online Anak di Bawah Umur

Sapta juga masih melakukan pendalaman, ada tidaknya kerjasama antara PSK dengan pihak penginapan. Menurutnya, jika benar ditemukan adanya kerjasama, sanksi berat berupa penutupan akan segera dikenakan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini