Tujuh Desa Banjir, Ribuan KK di Sukatani Bekasi Terdampak

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Minggu 07 Februari 2021 22:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 338 2358212 tujuh-desa-banjir-ribuan-kk-di-sukatani-bekasi-terdampak-yv2XgpfHnm.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

BEKASI - Banjir yang merendam wilayah Kabupaten Bekasi sejak Sabtu (6/1) kemarin sangat berdampak besar bagi ribuan Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Alhasil, akses jalan menuju wilayah Utara menjadi terganggu. Ditambah, wilayah Cabangbungin dan Muaragembong juga ikut banjir.

“Ada tujuh Desa di Kecamatan Sukatani yang terdampak banjir, hampir seluruh rumah warga terendam banjir selutut orang dewasa,” ujar Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Sukatani, Madrawi kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (7/2). Meskipun sudah mulai surut, tapi banjir masih menggenangi tempat tinggal warga.

Adapun ketujuh Desa yang terdampak banjir diantaranya, Desa Sukadarma, Sukamulya, Sukahurip, Sukamanah, Banjarsari, Sukarukun dan Sukaasih. Sedangkan warga yang terdampak di tujuh Desa tersebut sebanyak 2200 KK.”Sejauh ini warga sudah kembali ketempat tinggalnya, setelah sebelumnya di evakuasi ketempat aman,” katanya.

Baca Juga: Banjir di Pekalongan Makin Parah, Ribuan Pengungsi Berdesakan

Menurut dia, banjir yang merendam wilayah Kecamatan Sukatani ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu akibat tersumbatnya laju air dan sampah. Ditambah luapan Kali Cikarang dan tidak berfungsinya saluran skunder (SS) depan Polsek Sukatani, SS Gamprit, SS Bulak Mangga yang menyebabkan air membanjiri jalan raya dan rumah warga.

Untuk itu, Madrowi meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan normalisasi Sungai Cikarang tepatnya di BSA 1. Sebab, pintu air BSA 1 tidak mampu lagi menampung air dari Sungai Cikarang yang dipasok dari Sungai CBL (Cikarang Barat Laut). Selain itu, pembenahan infratruktur saluran juga harus segera dilakukan.

“Saya mengimbau masyarakat Sukatani agar tidak membuang sampah sembarangan, agar saluran maupun sungai tidak tersumbat dan menyebabkan banjir seperti sekarang ini,” ungkapnya. Hingga saat ini, relawan BPBD, Polri dan TNI masih membantu dan mengevakuasi masyarakat setempat, selain memberikan bantuan logistik.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini