Banjir hingga 3 Meter, Warga Pejaten Timur Ngemper di Rumah Tetangga

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 08 Februari 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 338 2358759 banjir-hingga-3-meter-warga-pejaten-timur-ngemper-di-rumah-warga-TgtvvBcuX3.jpg Warga Pejaten Timur yang rumahnya kebanjiran masih ngemper di rumah tetangganya (Foto : Okezone.com/Fahreza)

JAKARTA - Warga terdampak banjir di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Berdasarkan pantauan di lokasi, mereka nampak 'mengemper' di depan rumah warga lainnya atau di ruko-ruko.

Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi, banjir di Jalan Masjid Al Makmur, Pejaten Timur, masih tinggi. Petugas Damkar nampak bolak-balik melayani warga yang hendak mengantar makanan untuk anggota keluarganya yang bertahan di rumah. Banjir di lokasi paling dalam setinggi 3 meter.

Danton Grup A Sektor IX Damkar Pasar Minggu, Ary Santoso, membenarkan hal itu. Menurut dia, warga mengemper karena keinginannya sendiri. Sementara, aparat setempat sudah menyediakan titik pengungsian, yakni di Masjid Al Makmur.

"Pengungsi memang awalnya ditempatkan di Masjid Al Makmur, akhirnya dia bergeser di emperan-emperan dan nanti dikoordinasikan untuk logistiknya disatukan," kata Ary saat ditemui MNC Portal Indonesia di lokasi banjir, Senin (8/2/2021).

Ditemui terpisah, Ketua RW 08 Pejaten Timur, Didin Sirajudin mengatakan pihaknya tetap mengimbau warga untuk menjaga protokol kesehatan.

"Saya tetap memberi imbauan dsn dari RT menyampaikan agar warga tetap menjaga protokol kesehatan," ujarnya kepada MNC Portal.

Baca Juga : Petugas Damkar Bantu Warga Kirim Makanan di Lokasi Banjir

Baca Juga : Sempat Surut, Air Kembali Naik Rendam Permukiman Warga Bidara Cina

Didin mengatakan sejak kemarin warga yang mengungsi selalu mendapat bantuan makanan. Bantuan itu antara lain datang dari Baznas, BPBD DKI, PMI, hingga pihak kelurahan.

Namun, kata dia, pihaknya masih mengharapkan bantuan untuk bayi seperti popok, serta makanan untuk mengganjal perut lainnya.

"Popok, makan, air mineral, roti, kita masih membutuhkan," jelasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini