Share

Cabut Pentil dan Angkut Kendaraan Jadi Jurus Ampuh DKI Atasi Parkir Liar

Bima Setiyadi, Koran SI · Rabu 10 Februari 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 338 2359793 cabut-pentil-dan-angkut-kendaraan-jadi-jurus-ampuh-dki-atasi-parkir-liar-uOe6dddZSg.jpg Penertiban parkir liar (Foto: Instagram Sudinhub Jakpus)

JAKARTA - Sejumlah kendaraaan roda dua di jantung Ibu Kota DKI Jakarta terjaring razia karena berada di atas trotoar. Cabut pentil hingga kendaraan diangkut masih menjadi andalan petugas untuk menertibkan kendaraan yang terparkir liar.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat melalui akun Instagramnya @sudinhub_jakpus memposting foto kegiatan penertiban kendaraan roda dua di atas torotar Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Cikini Raya (Menteng Huis), dan Jalan Pangeran Diponegoro (RSCM) yang dlakukan Rabu (10/2/2021).

"Menindaklanjuti aduan @koalisipejalankaki terkait kendaraan terparkir di atas trotoar," tulis keterangan foto kegiatan yang dikutip Rabu 910/2/2021)

Baca Juga:  Parkir di Jalur Sepeda, 11 Mobil Diderek Petugas di Jakarta Selatan

Adapun penindakan yang dilakukan petugas terhadap kendaraan roda dua diatas trotoar yaitu menggembosi ban/Operasi Cabut Pentil (OCP) dan Angkut Motor untuk di bawa ke kantor Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk diberikan sanksi tilang oleh pihak Kepolisian.

"Berikut Hasil Giat Operasi Parkir Liar:

Operasi Cabut Pentil (OCP) : 38 kendaraan (kr)

Angkut Motor : 19kr," lanjut tulisan itu.

Parkir liar merupakan salah satu maslah di Jakarta yang belum bisa diselesaikan. Hampir setiap hari penertiban dengan cabut pentil dan angkut kendaraan untuk roda dua dan pendereekan dengan denda Rp500 ribu untuk roda empat terus dilakukan dan hasilnya seperti kucing-kucingan. Di mana, ketika petugas datang, parkir liar berih dan setelah petugas pergi, parkir liar kembali terjadi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan, aturan mengenai penindakan bagi pengendara yang parkir liar sembarangan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi. Pada pasal 62 dijelaskan petugas bakal menindak kendaraan bermotor yang berhenti atau parkir sembarangan.

Baca Juga:  DKI Bangun Jalur Sepeda Permanen di Sudirman-Thamrin Sepanjang 11,2 Kilometer

Adapun tindakannya penguncian ban kendaraan bermotor; pemindahan kendaraan dengan cara penderekan ke fasilitas parkir yang sudah ditetapkan atau ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Daerah; atau pencabutan pentil ban kendaraan bermotor.

Tidak hanya itu, kata Syafrin, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga mengatur sanksinya. Karena itu, upaya penindakan yang dilakukan petugas mengacu pada aturan yang berlaku.

"Semua tindakan yang diambil sesuai aturan. Kami mengimbau masyarakat mengubah pola perilakunya dengan parkir mobil di tempat yang disediakan atau beralih naik angkutan umum," ujarnya.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mengatakan, Petugas Dinas Perhubungan tidak mungkin bisa mengatasi kendaraan yang terparkir liar di trotoar ataupun badan jalan hanya dengan penindakan saja. Menurutnya, selain melakukan penindakan, Pemprov DKI harus segera menerapkan jalan berbayar elektronik di ruas jalan raya yang padat, menerapkan e-parking progresif semakin mahal ke pusat kota , memperbanyak park and ride di terminal bus, stasiun kereta api, halte transit, membangun trotoar dan jalur sepeda lebih banyak di pusat kota.

"Layanan angkutan umum harus terus ditingkatkan dan diintegrasikan," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini