Share

Pelaku Aborsi Ilegal di Bekasi Cari Korbannya Lewat Medsos dan Calo

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 10 Februari 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 338 2359804 pelaku-aborsi-ilegal-di-bekasi-cari-korbannya-lewat-medsos-dan-calo-Ktyj8Kjcjm.jpg Polda Metro Jaya merilis pengungkapan praktik aborsi ilegal di Bekasi. (Foto : Sindonews/Ari Sandita Murti)

JAKARTA - Polisi menyebutkan, pasangan suami istri pelaku aborsi ilegal di Pedurenan, Bekasi berinisial IR dan ST mencari pasiennya untuk diaborsi melalui media sosial (medsos) dan calo. Adapun setiap melakukan aborsi, IR mendapatkan uang sekitar Rp2 juta.

"Bentuk pemasarannya melalui media sosial dan calo-calo. Nah yang mencari calon pasiennya ini suaminya itu, si ST," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Menurutnya, saat sudah mendapatkan calon pasiennya, baik melalui website maupun lewat calo, ST lantas bertemu si pasien di sebuah tempat yang telah disepakati melalui komunikasi WhatsApp. Di tempat itu ST dan calon pasien membahas biaya aborsi. Saat biaya aborsi telah disepakati, pasien itu dibawa ke rumahnya yang menjadi tempat praktik aborsi ilegal.

"Tarif yang dia terima itu Rp5 juta, tapi yang masuk ke ibu ini (IR selaku pelaku aborsi ilegal) cuma Rp2 juta karena dia melalui beberapa calo lagi, calonya Rp3 juta," tuturnya.

Polisi, ungkapnya, masih mendalami lebih lanjut sudah berapa banyak pasien yang diaborsi pelaku dan di kisaran umur berapakah para pasiennya itu. Sejauh ini, polisi baru mengamankan RS selaku perempuan dewasa yang sudah mengaborsi kandungannya. RS merupakan perempuan yang sudah miliki suami.

"Motif RS mengaborsi ini karena masalah ekonomi. Dia khawatir kalau punya anak lagi mengingat suaminya sedang sakit sehingga ada keterbatasan ekonomi," katanya.

Baca Juga : Polisi Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Bekasi

Dia menambahkan, polisi juga masih mendalami lebih lanjut tentang calo-calo yang menjadi perantara bagi para pelaku dengan pasien tersebut. Pasalnya, rata-rata pasien yang didapatkan pelaku itu berasal dari para calo tersebut.

Baca Juga : Pelaku Aborsi Ilegal di Bekasi Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini