Kronologi Pembuangan Limbah Medis dari Hotel Isolasi Covid-19

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 10 Februari 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 338 2359831 kronologi-pembuangan-limbah-medis-dari-hotel-isolasi-covid-19-Gjn10JQtd1.jpg Limbah medis Covid-19 yang menumpuk di pinggir jalan (foto: istimewa)

BOGOR - Polisi berhasil membekuk 2 tersangka pembuang limbah medis berupa alat pelindung diri (APD) di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Limbah APD yang dibuang tersebut diketahui berasal dari hotel tempat isolasi pasien Covid-19 di Kota Tangerang.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan kasus ini berawal dari adanya temuan limbah APD di wilayah Tenjo dan Cigudeg beberapa waktu lalu. Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Mulai dari situ kita melaksanakan penyelidikan terkait adanya tindak pidana pengelolaan sampah dan juga limbah berbahaya," kata Harun, kepada wartawan di Mapolres Bogor, Cibinong, Rabu (10/2/2021).

Hasil penyelidikan diketahui, limbah APD berasal dari salah satu hotel di Kota Tangerang yang menjadi tempat isolasi pasien covid-19. Hotel dengan inisial PPH itu memang menjalani kerjasama dengan pemerintah setempat untuk tempat isolasi pasien covid-19 kategori orang tanpa gejala (OTG).

"Sampah ini didapat dari salah satu tempat atau hotel yang dijadikan tempat isolasi OTG pasien covid-19 di Kota Tangerang. Ini ada kerja sama MoU dengan Pemkot Tangerang 29 Desember 2020," jelasnya.

Baca Juga : Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembuang Limbah Medis di Bogor

Baca Juga : Limbah APD di Bogor Berasal dari Hotel Isolasi Covid-19 di Tangerang

Pada awalnya, hotel tersebut menjalani kerjasama dengan perusahaan PT AP untuk pengelola limbah medisnya. Dalam kerjasamanya perusahaan itu mendapat kontrak sebesar Rp 10 juta sekali angkut.

"Dari kerjasama dilaksanakan pelaksanaan isolasi oleh Pemkot Tangerang pihak hotel ini dengan pagenya 113 orang dengan budget setiap termin ini Rp 830 juta hingga satu orangnya sekitar Rp 500 ribuan per hari. Tentunya banyak sampah medis, sampah spesifik, dan juga limbah B3-nya. Kemudian pihak hotel bekerjasama dengan PT AP untuk pengelolaan limbah ini dengan kesepakatan bersama budget Rp 10 juta tiap pengambilan," tuturnya.

PT AP sempat mengambil beberapa kali limbah medis itu untuk diolah. Tapi, dalam perjalanannya pihak hotel merasa ongkos terlalu tinggi sehingga secara ilegal dan sengaja bekerjasama dengan laundry di tempatnya untuk membuang limbah medis yang hanya sebasar Rp 1 juta sekali angkut.

"Pengambilan pertama sudah dimulai dari tanggal 21 Januari PT AP mengambil seberat 300 kilogram kemudian dikelola. Tanggal 23 Januari juga diambil lagi sampah seberat 400 kilogram. Tapi dari pihak hotel karena alasan tingginya cost pelaksanaan pengelolaan limbah mereka tanpa sepengetahuan PT AP melakukan kerja sama lagi untuk pengelolaan limbah lagi terhadap salah satu laundry yang bukan perusahaan pengelolaan limbah untuk membuang limbah medis ini dengan mobil box," terang Harun.

Pengambilan pertama oleh laundry, lanjut Harun, pada tanggal 25 Januari dibuang di wilayah Cigudeg di lahah kelapa sawit. Lalu pengambilan kedua tanggal 27 Februari dibuang di Kecamatan Tenjo dan terakhir pada 2 Februari dibuang lagi di wilayah Cigudeg.

"Akhirnya tanggal 3 Februari diketahui warga adanya sampah sepsifik sampah medis ini," tambahnya.

Dari kasus tersebut, polisi mengmankan dua mobil box yang digunakan oleh tersangka untuk membuang sampah medis dan 60 karung berisi limbah yang sudah dimusnahkan. Tersangka pun kenakan Pasal 40 Ayat 1 UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah dan Pasal 104 Jo Nomor 60 dan UU RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Kita akan kembangkan lagi siapa-siapa saja yang terkait. Kenapa kok butuh penghematan biaya, itukan juga perlu kita cek lagi. Termasuk koordinasi ke Pemkot Tanggerang benar apa tidak Rp 800 juta sekian itu untuk pembayaran (hotel). Karena gini, hotel dengan biaya atau pendapatan Rp 830 juta per 14 hari itu sudah untung sekali," tutup Harun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini