Kisah Pembunuhan PSK Penghuni Rumah Bordil Era Hindia Belanda

Doddy Handoko , Okezone · Sabtu 13 Februari 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 338 2361334 kisah-pembunuhan-psk-penghuni-rumah-bordil-era-hindia-belanda-TpdLYQJqUO.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KAWASAN kota lama, Mangga Dua ketika jaman Hindia Belanda menyisakan cerita kelam. Saat bernama Batavia, di wilayah itu pernah merajalela sebagai lokalisasi PSK (Pekerja Seks Komersial).

Orang Betawi menyebutnya dengan cabo yang merupakan adaptasi dari bahasa Tionghoa caibo dan moler berasal dari bahasa Portugis. Lokasi konsentrasi pelacur pertama di Batavia adalah Macao Po yang berdekatan dengan hotel-hotel di depan Stasion Beos (Jakarta Kota ).

BACA JUGA: Hikayat Asal Mula Nama Jakarta

"Istilah Macao karena PSK didatangkan dari Macao oleh jaringan germo Portugis dan Cina. Mereka untuk menghibur warga Belanda di Binnestadt (sekitar Kota Intan di terminal angkutan umum Jakarta Kota sekarang). Pada abad ke-17 para taipan atau orang berduit keturunan Cina juga mencari hiburan di Macao Po," ungkap Ridwan Saidi, budayawan Betawi.

Di dekat Macao Po, sekitar Glodok terdapat pelacuran kelas rendah bernama Gang Mangga. Diduga jalan Mangga Dua yang sekarang adalah gang Mangga. Bekas-bekas banguan rumah bordil masih tersisa beberapa buah.. Di perkampungan di belakang gereja Sion, masih terdapat beberapa rumah bekas rumah bordil.

Saat itu nama gang Mangga popular, jika kena penyakit kelamin disebut 'sakit mangga'. Kemudian dikenal dengan sebutan raja singa atau sipilis. Di abad ke-19, sipilis termasuk penyakit yang sulit disembuhkan karena belum ditemukan antibiotik.

BACA JUGA: Melihat Lebih Dekat Kampung China di Jakarta

Kompleks pelacuran gang Mangga ini kemudian tersaingi oleh rumah-rumah bordil yang didirikan orang Tionghoa yang disebut soehian. Kompleks pelacuran macam ini kemudian menyebar ke seluruh Batavia.

"Karena sering terjadi keributan, pada awal abad ke-20 soehian ditutup. Tapi kata soehian tidak pernah hilang dalam dialek Betawi untuk menunjukkan kata sial. Dasar suwean (sialan),"ucapnya.

Waktu itu Batavia sempat gempar, tersiar kabar terbunuhnya pelacur Indo yang tinggal di Kwitang, bernama Fientje de Ferick pada 1919 di soehian Petamburan, hari Jumat, 17 Mei 1912.

Sesosok mayat wanita muda ditemukan membusuk di Pintu Air Kali Baru. Tubuh mayat berada di dalam karung beras yang mengambang. Kedua tangannya terikat. Wanita muda yang cantik itu adalah korban pembunuhan.

Lantas diketahui mayat itu bernama Fientje de Feniks. Seorang wanita Indo berumur sekitar dua puluh tahun yang berprofesi sebagai "nona goela-goela" alias pelacur. Ia tercatat sebagai anggota dari "roemah plesiran" yang dikelola oleh mantan pelacur kelas atas bernama Jeanne Oort.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, pembunuhnya diketahui adalah seorang pria Belanda. Namanya Willem Frederik Gemser Brinkman. Pria ini dikenal sebagai seorang hartawan yang berstatus sebagai pegawai Gouvernement Bedrijven. Ia adalah pelanggan sang pelacur. "Brinkman membunuh Fientje karena cemburu," ujarnya.

Asal mula permasalahannya muncul, ketika ia menggundik wanita itu dan menyuruhnya untuk tidak melacurkan diri lagi. Namun, Fientje tetap melakukan profesinya. Brinkman lalu memergokinya bersama pria lain. Ia menjadi panas hati dan terjadilah pembunuhan sadis itu.

Kasus ini kemudian dibawa ke Raad van Justitie. Proses peradilannya memakan waktu dua tahun. Brinkman dan puluhan saksi dihadirkan dalam persidangan. Sang tersangka dibela oleh pengacara terkenal Mr. Hoorweg. Dengan didampingi pembela yang piawai, Brinkman dinyatakan tidak bersalah.

Kasus yang menggemparkan ini terus menjadi pembicaraan masyarakat Batavia . Koran-koran terus memuatnya sebagai berita utama. Raad van Justitie pun mencatat proses persidangannya secara cermat dan teliti.

Setelah ditutup, kemudian dua kompleks pelacuran menggantikan soehian masing-masing di gang Hauber (Petojo) dan Kaligot (Sawah Besar). Sampai awal 1970-an gang Hauber masih dihuni para pelacur. Sedangkan Kaligot tutup akhir 1950-an.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini