Begini Kronologi Pengendara Moge yang Langgar Ganjil Genap Kota Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 13 Februari 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 338 2361412 begini-kronologi-pengendara-moge-yang-langgar-ganjil-genap-kota-bogor-HAb8iRvOMZ.jpg Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo (foto: Okezone.com/Putra RA)

BOGOR - Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan kronologi singkat, pengendara moge yang melanggar aturan ganjil genap. Rombongan tersebut berasal dari Tangerang menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

"Kronologisnya jadi kelompok rombongan ini sekitar 12 motor berangkat dari Bintaro, Tangerang sekitar pukul 06.00 WIB. Sekitar pukul 07.00 WIB mulai memasuki Kota Bogor dengan tujuan ke arah Puncak," kata Susatyo, di Balai Kota Bogor, Sabtu (13/2/2021).

Baca juga:  HDCI Bogor Pastikan Pengendara Moge yang Diduga Langgar Ganjil Genap Bukan Anggotanya

Setelah dari Puncak, rombongan kembali pulang melintasi Kota Bogor sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu lah, memang tidak ada petugas di pos ganjil genap karena berkenaan dengan waktu Solat Jumat.

"Selesai itu (dari Puncak) kembali melewati Kota Bogor sekitar pukul 12.00 WIB. Pada saat itu kegiatan sekat itu dimulai pukul 08.00 WIB- 20.00 WIB. Namun karena kemaren Solat Jumat banyak warga yang akan Solat Jumat. Jadi dari pukul 11.30 WIB-13.00 WIB semua break Solat Jumat," jelasnya.

Baca juga:  Polisi Telusuri Rombongan Moge yang Diduga Lolos Ganjil Genap Kota Bogor

Dengan begitu, dipastikan rombongan moge itu bukan lolos dari ganjil genap. Melainkan, karena tidak ada petugas yang sedang melaksanakan Solat Jumat.

"Sehingga mereka memang tidak ada diskriminasi. Kalau memang ada petugas pasti itu dilakukan. Tapi kemarin sedang melaksanakan break Solat Jumat. Setelah viralnya kejadian itu maka tim dari Polresta Bogor berusaha mengumpulkan video dan lainnya," tuturnya.

Sekira pukul 01.00 WIB dini hari tadi, petugas berhasil mengidentifikasi para pengendara moge tersebut. Dari situ, teridentifikasi hanya 3 pengendara yang melanggar karena menggunakan plat nomor ganjil.

"Teridentifikasi 3 orang menggunakan plat ganjil. Identiasnya HV, FR dan TN. Tiga orang ini adalah penindakan terhadap protokol kesehatan berdasarkan Perwali. Sehingga setelah dibawa ke Polresta kami serahkan ke satgas untuk dilakukan penindakan sebagaimana peraturan yang berlaku," jelas Susatyo.

Susatyo menambahkan, kegiatan rombongan mereka tidak terafiliasi dengan salah satu kelompok moge manapun. Diharapkan, kejadian ini tidak terulang dan menjadi pelajaran agar mematuhi aturan.

"Mereka tidak mengerti bahwa hari Jumat itu diberlakukan ganjil genap. Tetapi apapun itu sudah keluar peraturan Walikotanya maka kemarin Jumat Sabtu dan besok Minggu itu diberlakukan ganjil genap. Kalau kelompoknya mereka dari berbagai kelompok, bukan kegiatan kelompok salah satu kelompok, tetapi memang bersama-sama mereka menuju ke Puncak. Tentunya pembelajaran bagi semua untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan masing-masing kepala daerah dalam rangka menekan Covid-19," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini