Langgar Ganjil Genap Kota Bogor, 3 Pengendara Moge Ditindak Prokes

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 13 Februari 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 338 2361424 langgar-ganjil-genap-kota-bogor-3-pengendara-moge-ditindak-prokes-EgZOGoosmT.jpg Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo (foto: Okezone.com/Putra RA)

BOGOR - Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, konvoi motor gede (moge) yang melanggar aturan ganjil genap berasal dari Tangerang menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Kata dia, petugas berhasil mengidentifikasi para pengendara moge tersebut. Dari situ, teridentifikasi hanya 3 pengendara yang melanggar karena menggunakan plat nomor ganjil.

"Teridentifikasi 3 orang menggunakan plat ganjil. Identiasnya HV, FR dan TN. Tiga orang ini adalah penindakan terhadap protokol kesehatan berdasarkan Perwali," kata Susatyo, di Balai Kota Bogor, Sabtu (13/2/2021).

Baca juga:  Langgar Ganjil Genap Kota Bogor, Pengendara Moge: Kami Minta Maaf

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya membawa ke Polresta Kota Bogor untuk diserahkan ke satgas untuk dilakukan penindakan sebagaimana peraturan yang berlaku.

Ia pun membeberkan kronologis rombongan moge sekitar 12 motor berangkat dari Bintaro, Tangerang sekitar pukul 06.00 WIB. Sekitar pukul 07.00 WIB mulai memasuki Kota Bogor dengan tujuan ke arah Puncak.

Baca juga:  HDCI Bogor Pastikan Pengendara Moge yang Diduga Langgar Ganjil Genap Bukan Anggotanya

Setelah dari Puncak, rombongan kembali pulang melintasi Kota Bogor sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu lah, memang tidak ada petugas di pos ganjil genap karena berkenaan dengan waktu Solat Jumat.

"Selesai itu (dari Puncak) kembali melewati Kota Bogor sekitar pukul 12.00 WIB. Pada saat itu kegiatan sekat itu dimulai pukul 08.00 WIB- 20.00 WIB. Namun karena kemaren Solat Jumat banyak warga yang akan Solat Jumat. Jadi dari pukul 11.30 WIB-13.00 WIB semua break Solat Jumat," jelasnya.

Dengan begitu, dipastikan rombongan moge itu bukan lolos dari ganjil genap. Melainkan, karena tidak ada petugas yang sedang melaksanakan Solat Jumat.

"Sehingga mereka memang tidak ada diskriminasi. Kalau memang ada petugas pasti itu dilakukan. Tapi kemarin sedang melaksanakan break Solat Jumat. Setelah viralnya kejadian itu maka tim dari Polresta Bogor berusaha mengumpulkan video dan lainnya," tuturnya.

Susatyo menambahkan, kegiatan rombongan mereka tidak terafiliasi dengan salah satu kelompok moge manapun. Diharapkan, kejadian ini tidak terulang dan menjadi pelajaran agar mematuhi aturan.

"Mereka tidak mengerti bahwa hari Jumat itu diberlakukan ganjil genap. Tetapi apapun itu sudah keluar peraturan Walikotanya maka kemarin Jumat Sabtu dan besok Minggu itu diberlakukan ganjil genap. Kalau kelompoknya mereka dari berbagai kelompok, bukan kegiatan kelompok salah satu kelompok, tetapi memang bersama-sama mereka menuju ke Puncak. Tentunya pembelajaran bagi semua untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan masing-masing kepala daerah dalam rangka menekan Covid-19," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini