Bima Arya Sebut 2 Pekan Ganjil Genap di Bogor Turunkan Jumlah Kasus Positif Covid-19

Haryudi, Koran SI · Minggu 14 Februari 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 338 2361906 bima-arya-sebut-2-pekan-ganjil-genap-di-bogor-turunkan-jumlah-kasus-positif-covid-19-Xbq82HNRwc.jpg Bima Arya. (Foto: Dok Humas Pemkot Bogor)

BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya mengklaim kebijakan ganjil genap yang diberlakukan selama dua pekan berhasil menurunkan angka kasus positif Covid-19.

Hal tersebut disampaikan saat meninjau hari terakhir penerapan ganjil genap di Gerbang Tol Exit Baranangsiang, Minggu (14/2/2021). 

Menurut Bima, penurunan mobilitas warga cukup signifikan. Bahkan, tren kasus positif harian juga cenderung menurun. Lantas, apakah kebijakan ganjil genap ini akan dilanjutkan?

Data yang dihimpun Pemerintah Kota Bogor dari Jasa Marga menunjukan, telah terjadi penurunan mobilitas kendaraan di dua gerbang tol akses menuju Kota Bogor (Baranangsiang dan Sentul Barat), pada pelaksanaan pekan kedua kebijakan ganjil genap.

Pada saat perayaan Imlek, Jumat (12/2/2021), total yang melintas tercatat 40.124 kendaraan atau menurun 20.6 persen (10.417 kendaraan) dibanding data Jumat pekan sebelumnya. 

Baca juga: Moge Diduga Lolos Ganjil Genap Kota Bogor, Bima Arya : Kami Selidiki

Sementara pada Sabtu (13/2/2021), tercatat ada 45.459 kendaraan yang melintas atau terjadi penurunan 2,8 persen (1.314 kendaraan) dibanding Sabtu pekan sebelumnya.

Meski data Sabtu kemarin hanya menunjukan penurunan 2,8 persen, tapi jika dilihat dari rata-rata kendaraan yang masuk setiap hari Sabtu sepanjang Januari 2021 (2, 9, 16, 23 dan 30 Januari) sebelum ganjil genap adalah 54.588.

Baca juga: Sanksi Ganjil-Genap Bogor, Bima Arya : Targetnya Orang Jalan-Jalan!

Artinya, terdapat penurunan sekitar 9.129 kendaraan. Terlebih Sabtu pekan kemarin sudah diberlakukan ganjil genap.

“Berdasarkan laporan di lapangan, hari ini (Minggu, 14 Februari 2021) lebih landai lagi dibandingkan kemarin. Ini istimewa, mengingat long weekend," katanya.

Jadi, lanjut dia, pihaknya sudah mempelajari data-data yang masuk Bogor dari exit tol Baranangsiang dan Sentul Selatan.

Menurutnya, terjadi pengurangan yang cukup signifikan. Selain itu, selama dua minggu ini tidak ada kemacetan di dalam Kota Bogor.

"Artinya dari segi mobilitas, kebijakan ganjil genap ini berhasil, pengurangan mobilitas ini berhasil,” ungkap Bima Arya. 

Bima menjelaskan, penurunan mobilitas warga juga cukup berdampak pada penurunan jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Bogor. 

“Tanggal 6 Februari kasusnya rekor ya, 187 (kasus positif per hari). 14 Februari ini kasus positifnya 109. Jadi, kita lihat ada angka yang terus menurun dari minggu lalu," katanya. 

Namun demikian, pihaknya masih akan mempelajari besok dan beberapa hari ke depan.  

"Tetapi trennya sudah terlihat, ada indikasi yang sangat kuat tren itu menurun,” jelas Bima. 

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, kasus harian Covid-19 menurun 41,7 persen. 

Tren tersebut terlihat dari angka terkonfirmasi positif setiap harinya dari 6 Februari-14 Februari 2021 dengan rincian 187, 178, 175, 174, 165, 150, 129, 128 dan hari ini 109. 

Bima menyatakan, penurunan kasus ini, selain karena ganjil genap juga karena penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di tingkat RT/RW.

“Makanya kita lihat juga data-data di wilayah itu. Jadi titik-titik yang diperketat itu apakah memang berkurang jumlah positifnya dari titik-titik itu," katanya.

Sehingga, lanjut dia, harus dianalisis lagi. Ia menduga berkurangnya ini karena dua hal tadi. Karena di satu sisi digempur lewat ganjil genap, di sisi lain wilayah diperkuat dari PPKM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini