Pria Tanpa Busana Terekam CCTV Rampok Minimarket, Gasak Rokok & Kosmetik

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 15 Februari 2021 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 338 2362542 pria-tanpa-busana-terekam-cctv-rampok-minimarket-gasak-rokok-kosmetik-snmd11PNGM.jpg Foto: Tangkapan layar video viral.

BOGOR - Aksi perampokan sebuah minimarket di wilayah Desa Bojong, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, terekam kamera CCTV. Dalam aksinya, sang pencuri menguras barang-barang dalam kondisi tanpa busana. 

Dari rekaman CCTV yang dilihat MNC Portal Indonesia, aksi pencurian itu terjadi pada Minggu 14 Februari 2021 malam. Terlihat seorang pria tanpa busana berada di dalam minimarket yang tutup.

Dalam video, pencuri tersebut sedang menggasak barang-barang di etalase rokok yang berada di area kasir. Selain itu, pelaku juga mencuri berbagai kosmetik wanita dan makanan dari minimarket.

"Dibobol temboknya dari belakang, terus masuknya geser ini (kulkas pendingin minuman). Dia ngambil rokok terus kosmetik," kata karyawan minimarket Suhirwan, kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Alhasil, kerugian materi yang dialami minimarket tersebut sekitar Rp36 juta. Kejadian itu pun sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Tenjo.

Baca juga: Rampok Cabul di Banyuasin, Korban yang Datang Bulan Dipaksa Oral Seks

"Total keseluruhan Rp36 juta," ucapnya.

Terpisah, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Parung Panjang, Airptu Madroji mengaku sudah mendapatkan laporan adanya aksi pencurian minimarket di wilayahnya. Diduga, pelaku masuk dengan cara menjebol tembok minimarket.

"Tadi pagi kami sudah menerima laporan, diduga pelaku menjebol tembok dan tidak memakai baju berdasarkan rekaman kamera CCTV," kata Madroji.

Baca juga: Polisi Buru Bandit yang Sekap 2 Karyawan Minimarket Bekasi

Kemudian, pelaku juga diduga lebih dari satu orang. Saat ini, kasus pencurian minimarket itu masih dalam proses penyelidikan untuk mencari pelaku. 

"Jadi tidak mungkin satu orang. Satu atau dua orang lebih di luar. Karena satu masuk dan yang menerima barang di luar satu atau dua orang. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan," tutupnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini