Acara Ultah Wali Kota Bekasi di Cisarua Dibubarkan, Ini Tanggapan Bupati Bogor

Haryudi, Koran SI · Selasa 16 Februari 2021 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 338 2362835 acara-ultah-wali-kota-bekasi-di-cisarua-dibubarkan-ini-tanggapan-bupati-bogor-o5LI5J7c8f.jpg Bupati Bogor, Ade Yasin (Foto: Okezone)

BOGOR – Bupati Bogor Ade Yasin menanggapi adanya pesta ulang tahun yang menimbulkan kerumunan yang dilakukan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di sebuah vila di kawasan Cisarua, Puncak.

Ade Yasin dalam keterangan yang diterima Senin malam (15/2/2021) menuturkan, pesta Rahmat Effendi itu terjadi pada awal Februari lalu. Berdasarkan laporan Satgas Kecamatan Cisarua, mereka mendapatkan laporan dari warganya adanya kerumunan di sebuah vila di kawasan Puncak.

“Jadi warga melihat banyak sekali mobil terparkir dan melapor. Setelah menerima laporan, pak camat bersama satgas kecamatan membubarkan acara tersebut,” kata Ade.

Kata Ade, acara itu dihadiri sekitar 20 orang. Pun dilihat dari luas vila itu sudah sesuai protokol kesehatan kurang dari 50 persen, hanya saja bentuk kegiatan silaturahmi lalu kumpul-kumpul membuat kerumunan.

Pun demikian, Satgas hanya memberikan teguran dan acara pun bubar. Sebelum bubar pun satgas memeriksa kelengkapan prokes seperti hasil negatif antigen. “Jadi bukan polemik, mereka memenuhi protokol kesehatan,” tambah Ade.

Terpisah, Camat Cisarua Kabupaten Bogor, Deni Humaedi menjelaskan kronologi acara perayaan ulang tahun Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Puncak Bogor, Rabu 3 Februari 2021 malam. Acara tersebut akhirnya diminta berhenti oleh Satgas Kecamatan Cisarua.

Baca juga: Heboh Perayaan Ultah Walkot Bekasi Rahmat Effendi di Puncak Dibubarkan Polisi

Menurut Deni, bermula dari laporan masyarakat sekitar terkait keramaian di sebuah villa saat acara berlangsung.

Deni pun langsung turun ke lokasi dan meminta kepada Wali Kota Bekasi agar acara tersebut dihentikan.

"Kalau yang namanya villa itu boleh diisi oleh pemilik, dia kan pemilik. Ketika ada laporan dari warga, ya saya selaku satgas wajar, artinya turun ke lokasi," kata Deni.

Setelah itu, kata dia, saran yang disampaikan langsung diikuti secara kooperatif hingga acara dihentikan.

“Saya sampaikan secara persuasif dan di sana juga kooperatif, sampai di situ. Setelah itu dari sana acaranya berhenti, bubar. Saya artinya mohon maaf menyampaikan aturan, nggak ada keributan atau saya diadang atau seperti apa, enggak ada ketegangan, kericuhan," tambahnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini