Polisi Tangkap Sopir Pembuang Limbah Medis Covid-19 Sembarangan di Kota Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 17 Februari 2021 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 338 2363705 polisi-tangkap-sopir-pembuang-limbah-medis-covid-19-sembarangan-di-kota-bogor-KT7ZKXhlek.jpg Pembuang limbah medis ditangkap. (Foto: Putra R)

BOGOR - Satreskrim Polresta Bogor Kota membekuk pelaku pembuangan sampah atau limbah medis bekas penanganan Covid-19. Pelaku berinisial YS ditangkap di wilayah Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. 

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kasus itu bermula dari laporan masyarakat soal adanya temuan sampah medis sembarangan di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Sadane. Dari situ, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. 

"Didapat satu tersangka pembuangan limbah medis bekas penanganan Covid-19 di TPSS Sadane," kata Susatyo, kepada wartawan, Rabu (17/2/2021). 

Dari hasil pemeriksaan, tersangka sudah dua kali membuang limbah medis di lokasi, pada 6 dan 8 Februari 2020. Tak hanya itu, tersangka juga sempat membuang sampah medis tersebut di rest area Tol.

Baca juga: Menko PMK Muhadjir Minta Limbah Medis Covid-19 Ditangani Secepatnya

"Yang bersangkutan ini tinggal di Bogor jadi tahu tempat-tempat mana yang ada pembuangan sampah, bahkan sempat di Tol. Dibuangnya malam antara jam 7 sampai jam 8 malam," jelas Susatyo.

Foto: Putra R

Kemudian, sampah medis berupa baju hazmat, masker hingga alat bekas hasil rapid antigen dan swab tes itu berasal dari perusahaan inisial FVM di kawasan Depok. Perusahaan itu merupakan penyedia alat sekaligus jasa layanan pemeriksaan Covid-19.

"Jadi pelaku ini driver perusahaan (FVM). Perusahaan itu bekerja sama dengan perusahaan lain," jelasnya.

Baca juga: Kasus Limbah APD di Bogor, Polisi Tetapkan Tersangka Baru dari Pihak Hotel

Dari kasus ini, polisi menyita 4 drop box limbah medis dan satu unit mobil yang digunakan pelaku saat beraksi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 40 Ayat 1 UU RI Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah ancaman maksimal 10 tahun penjara dan atau Pasal 104 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 Tetang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ancaman 3 tahun penjara. 

"Tentunya kejadian ini meresahkan masyarakat karena pencemaran lingkungan limbah medis ini. Kami masih terus lakukan penyidikan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain," tutupnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini