Waspada! Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jakarta Sepekan ke Depan

Binti Mufarida, Sindonews · Sabtu 20 Februari 2021 23:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 338 2365562 waspada-hujan-lebat-diprediksi-guyur-jakarta-sepekan-ke-depan-e1z67QLiLO.jpeg Ilustrasi banjir di Jakarta. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi seluruh wilayah Jakarta bakal diguyur hujan dengan intensitas lebat, sepekan ke depan hingga 25 Februari 2021. Untuk itu, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir yang dapat terjadi.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati memprediksi bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah DKI Jakarta, dengan intensitas hujan cenderung melemah hingga 22 Februari, namun meningkat pada tanggal 23–24 Februari 2021.

Ia menghimbau, perlunya kewaspadaan potensi dampak hujan lebat yg berpotensi menyebabkan banjir dan longsor di wilayah Jakarta pada tanggal 23–24 Februari 2021.

Baca juga: BMKG Beberkan Terjadinya Curah Hujan Ekstrem di Jabodetabek

“BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan dini mengenai prediksi hujan dgn intensitas lebat di wilayah Jabodetabek pada 18-19 Februari dengan curah hujan antara 100-150 mm,” ungkapnya dari @infoBMKG, Sabtu (20/1/2021).

Sementara berdasarkan data yang dihimpun BMKG, tercatat curah hujan tertinggi terjadi di Pasar Minggu mencapai 226 mm/hari, kemudian di Sunter Hulu 197 mm/hari, Lebak Bulus 154 mm/hari dan Halim 176 mm/hari.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda 21 Wilayah di Indonesia, Berikut Lokasinya

Sementara itu, kondisi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti adanya seruakan udara dari Asia dan terpantau adanya aktivitas gangguan atmosfer di zona equator yang mengakibatkan adanya perlambatan dan pertemuan angin dari arah utara membelok tepat melewati Jabodetabek, sehingga terjadi peningkatan intensitas pembentukan awan-awan hujan.

Juga adanya tingkat liabilitas dan kebasahan udara di sebagian besar wilayah Jawa bagian barat yang cukup tinggi yang menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jabodetabek.

Serta terpantau adanya daerah pusat tekanan rendah di Australia bagian utara yang membentuk pola konvergensi di sebagian besar Pulau Jawa yang berkontribusi dalam peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di Jabodetabek.

Selain itu, penyebab terjadinya banjir di Jakarta selain curah hujan yang tinggi di wilayah Jabodetabek, pasang surut air laut serta, daya dukung lingkungan sendiri yang mempengaruhi penyebab banjir Di Jakarta.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini