Banjir Jakarta, Sistem Peringatan Dini Dianggap Masih Lemah

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 21 Februari 2021 01:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 338 2365573 banjir-jakarta-sistem-peringatan-dini-dianggap-masih-lemah-ttISrYwOAE.jpg Mobil tenggelam akibat banjir di Jakarta. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Lemahnya early warning system atau sistem peringatan dini diduga jadi penyebab tingginya nilai kerugian dalam banjir di DKI Jakarta.

Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Adi Widjadja mengatakan, lambatnya sistem peringatan dini tersebut mencerminkan masih lemahnya sistem mitigasi bencana yang ada di Ibu Kota. 

"Seharusnya banjir kali ini dapat dimitigasi dan dihindari. Kami sangat khawatir korban dari lansia, anak-anak, dan bayi tempat pengungsian jangan sampai jadi klaster penyebaran Covid-19," ujar Adi dalam keterangannya, Minggu (20/2/2021).

Dia pun meminta seluruh kepengurusan dari ranting, DPC, dan cabang segera mendirikan dapur umum untuk membantu para korban banjir Jakarta.

Baca juga: Waspada! Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jakarta Sepekan ke Depan

"Seluruh elemen PDIP harus bergotong royong dengan mendirikan dapur umum untuk bisa memastikan seluruh korban banjir bisa mendapatkan makanan. Kami juga memastikan akan memberikan masker hingga handsanitizer di tempat pengungsian," ujar dia. 

Sebanyak 193 RT diperkirakan terendam banjir dengan pengungsi mencapai 1.400 orang di DKI Jakarta.

Baca juga: Jakarta Banjir, Anies: Curah Hujan Tinggi Kondisi Tetap Terkendali

"Kami mengimbau agar setiap anggota PDIP DKI Jakarta mendengarkan keluhan dan aspirasi para korban banjir agar dapat mengetahui apa saja yang diperlukan. Terapkan juga protokol kesehatannya," tutur dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini