Rumahnya Langganan Banjir, Sekjen PDIP Hasto Sempat Ingin Pindah dari Bekasi

Abdul Rochim, Koran SI · Minggu 21 Februari 2021 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 338 2365675 rumahnya-langganan-banjir-sekjen-pdip-hasto-sempat-ingin-pindah-dari-bekasi-5QAjtlrK2c.jpg Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menghadiri program Gerakan Penghijauan dan Bersih-Bersih Daerah Aliran Sungai di Waduk Cincin, Jakarta Utara, Minggu (21/2/2021). (Foto : Ist)

JAKARTA - Rumah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Villa Taman Kartini, Bekasi Timur, Kota Bekasi, terkena banjir akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Bahkan, guna mengantisipasi banjir yang semakin parah, untuk sementara ia memilih mengungsi. Sementara dirinya harus mempersiapkan agenda partai berlambang banteng itu.

Hal ini disampaikan Hasto sebelum memulai acara Program Gerakan Penghijauan dan Bersih-bersih Daerah Aliran Sungai (DAS), Cinta Ciliwung Bersih, gelombang kedua di Waduk Cincin, Jakarta Utara, Minggu (21/2/2021).

"Kemarin (20/2/2021), begitu ada alarm banjir jam 02.30 Sabtu dini hari, saya terpaksa langsung mengungsi. Saya menyetir mobil sendiri ke kantor di Menteng karena mau mempersiapkan agenda-agenda gerakan penghijauan dan pembersihan sungai," ujar Hasto yang tinggal di Villa Taman Kartini, Bekasi.

Beberapa kali rumahnya terendam banjir, Hasto pun bisa memahami mereka yang kini rumahnya mengalami kebanjiran. “Selain lumpur di mana-mana, barang rusak, yang paling membuat khawatir adalah ular sering terbawa. Selain itu kecoa ada di mana-mana. Tempat menjadi terasa kumuh dan tentu saja ancaman penyakit," ucap Hasto.

Tahun lalu, katanya, mobilnya yang diparkir di rumah terendam karena ketika banjir datang, dirinya sedang naik gunung di Bali. "Pokoknya kerugian banyak. Jadi saya bisa merasakan betapa susahnya warga Jakarta yang sering terdampak banjir. Untuk itu kalau saya mengritik Pak Anies, itu karena bagian tanggung jawab pemimpin guna mengatasi banjir. Buktinya Pak Basuki, Menteri PU pun sampai marah-marah karena betapa sulitnya bekerja sama dengan pemimpin DKI tersebut,” tutur Hasto.

Atas kondisi banjir yang berulang itu, Hasto mengaku tahun lalu, dirinya pernah terbesit keinginan untuk pindah rumah saat berbicara dengan pengurus RT/RW setempat.

Baca Juga : Banjir Jebol Tanggul Citarum di Pebayuran, 6.000 KK Sedang Tidur Panik Air Masuk Rumah

"Tapi mereka tak ingin saya pindah. Tetap di sini saja Pak, meskipun setiap tahun kita mengalami tradisi banjir," ujar Hasto menirukan harapan pengurus RT/RW kepadanya.

Kepada Hasto, mereka menjelaskan dalam rangka mengantisipasi banjir di kawasan perumahan itu sudah disampaikan usulan kepada Pemda Kota Bekasi agar mendapat perhatian. Termasuk memberikan kajian tentang apa saja langkah-langkah yang harus diambil.

"Sudah ada musyawarah RT/RW bagaimana mengatasi banjir di perumahan dan sudah diusulkan kepada pemda. Tapi belum masuk prioritas jadi kita harus sabar menunggu. Masih dalam daftar antrian untuk ditangani. Meskipun sudah tiga tahun berturut-turut kena banjir," ucap Hasto.

Tahun ini, meskipun kembali terkena banjir, Hasto mengikuti permintaan para pengurus RT/RW nya dan memilih tetap menjadi warga Bekasi.

Baca Juga : Tangis Hamzah Pecah, Istri dan Anaknya Menghilang saat Perahu Evakuasi Korban Banjir Terbalik di Bekasi

"Jadi masih tetap memilih sebagai warga Bekasi. Rakyat banjir, saya ikut kebanjiran," tutur Hasto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini