Banjir Parah 3 Hari Terjang Bekasi, Ratusan Ribu Warga Menjerit

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Minggu 21 Februari 2021 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 338 2365732 banjir-parah-3banjir-parah-3-hari-terjang-bekasi-ratusan-ribu-warga-menjerit-DcwvBnJYIm.jpg Banjir landa Bekasi.(Foto:Okezone)

BEKASI - Sejak Jum'at (19/2/2021) lalu, banjir parah melanda Kota Bekasi. Hampir 12 kecamatan terendam banjir selama tiga hari mulai dari 20 centimeter hingga 2 meter. Akibatnya, warga yang terdampak mencapai 100.532 orang, dan 25.133 Kepala Keluarga (KK).

Selain kehilangan harta bendanya, ratusan ribu warga tersebut terpaksa mengungsi karena tempat tinggalnya sudah tenggelam dan sebagian warga memilih mengungsi kesanak keluarganya untuk menunggu dan berharap banjir segera surut ditempat tinggalnya.

Banjir yang menerjang wilayah Kota Bekasi bisa dibilang lebih parah daripada tahun sebelumnya, sebab banjir akibat hujan deras dan naiknya TMA Kali Bekasi, Kali cakung, Kali Bong dan Kali Babakan membuat 125 titik banjir terparah yang tersebar di 56 Kelurahan.

Baca Juga: Jalan Bintara Terendam, Akses Penghubung Bekasi-Jakarta Masih Terputus

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, banjir yang merendam hampir wilayah tersebut tergolong sangat besar daripada tahun sebelumnya, meskipun Minggu (21/2) ini, ratusan titik banjir sudah mulai kembali surut dan hanya menyisakan satu titik saja yang masih tergenang banjir.

"124 titik banjir sudah mulai berangsur surut, dan menyisakan satu titik banjir atau genangan," katanya. Namun, kata dia, data tersebut masih bersifat sementara dan masih bisa berubah. Untuk itu, warga Kota Bekasi diminta untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi.

Baca Juga: Orangtua Panik Selamatkan Harta, Bocah Tewas Terseret Arus Banjir di Bekasi

Menurut dia, banjir yang terjadi sejak Jumat lalu menyebabkan seluruh wilayahnya terendam banjir, dari 12 Kecamatan di 40 Kelurahan dari total 56 Kelurahan di wilayahnya terdampak banjir."Sekitar 100.532 jiwa terdampak banjir," ucapnya.

Sebagian warga ada yang mengungsi di Gudang BNPB yang berada di Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, di Mushola Jama'atul Khoir, Masjid Al-Amin Taman Cikunir Indah dan lainya. Selain banjir merendam permukiman warga, longsor juga terjadi di beberapa titik.

Longsor di Kota Bekasi terjadi di lima titik, diantaranya longsor dan pohon tumbang berada di Wisata Kuliner Bekasi di samping Apartemen Center Point Bekasi. Longsor juga terjadi di Jatiasih tepat di Perumahan Pondok Gede Permai dan tanggul jebol yang menyebabkan longsor.

Longsor juga terjadi di Kecamatan Bekasi Timur, lalu longsor di aliran Kali Bekasi RT 1/1, Kelurahan Harapan Baru 2 dan berdampak 2 rumah terbawa longsor karena berada di sepanjang aliran Kali Bekasi dan longsor di RT 3/3 Kelurahan Bojong Rawalumbu Kemang Pratama.

Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Agus Harpa menambahkan, selain banjir yang merendam ratusan titik, banjir besar juga menelan dua korban jiwa akibat tenggelam."Dua orang meninggal dalam musibah banjir kali ini," katanya.

Adapun warga yang meninggal dunia ada DDB (14) warga RT 6/10, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Korban ditemukan tim SAR pada Sabtu (20/2) sekitar puku 16.48 WIB."Kondisinya sudah dalam kondisi meninggal dunia," ungkapnya.

Sedangkan korban lainya yakni Yoga (17) hingga saat ini belum ditemukan setelah terseret derasnya banjir di Lapangan Bola RT 0/2, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi."Hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan dan belum ditemukan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini