Jakarta Dikepung Banjir, Anies: Masih Ada Genangan Air di 17 RW

Suparjo Ramalan, iNews · Minggu 21 Februari 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 338 2365778 jakarta-dikepung-banjir-anies-masih-ada-genangan-air-di-17-rw-pyX3m9NLZA.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Berdasarkan catatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Minggu (21/2/2021), genangan air masih terjadi di 17 RW (rukun warga).

"Hingga siang ini, Minggu (21/2/2021), genangan air ada di 17 RW. Jumlah ini berkurang dari 113 RW. Alhamdullilah, proses penyusutan berjalan dengan baik," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Minggu (21/2/2021).

Saaat ini, seluruh jajaran Pemprov DKI tengah melakukan upaya penanganan akubat banjir. Mulai dari membersihkan sampah hingga penangana warga yang melakukan pengungsian di posko-posko darurat.

Baca Juga: Evakuasi Jenazah Kakek Usman di Tengah Banjir Besar Berlangung Dramatis

Ihwal posko pengungsian, kata Anies, saat ini tinggal 10 posko saja, yang semula tercatat ada 44. 10 pos darurat itu masih digunakan warga untuk sementara waktu sambari membersihkan bekas banjir di rumah mereka masing-masing. Meski begitu, dia tidak menyebut warga akan bertahan hingga berapa lama nantinya.

Baca Juga: Anies Sebut Ada Warga Terpapar Covid-19 di Posko Korban Banjir

"10 ini masih digunakan dan seperti juga pengalaman selama ini, pengungsi tidak berada di lokasi pengungsian secara terus-menerus, mereka menggunakan sebagai tempat sementara sambil membersihkan rumah, jadi lokasi-lokasi ini masih akan dipertahankan sampai benar-benar mereka bisa kembali ke rumah masing-masing," tutur dia.

Pemerintah DKI Jakarta juga mencatat aliran air melalui sejumlah kali di wilayah Jakarta telah mencapai titik normalnya. Sebelumnya, air kali melewati titik normal akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Jumat malam kemarin.

Aliran air yang kembali pada titik normal adalah Kali Ciliwung, Krukut, Sunter, dan Persanggrahan. Kenormalan permukaan aliran air terjadi sejak pagi tadi. Pemda DKI menilai banjir yang melanda sejumlah lokasi di Ibu Kota pada Jumat hingga Sabtu kemarin akibat dampak air kiriman dari sejumlah wilayah di luar Jakarta. Depok, Jawa Barat, misalnya aliran air masuk melalui Kali Krukut.

Dengan begitu, Kali Krukut meluap karena mengalami penambahan debit air dari hujan lokal dari kawasan Depok. Luapan air dari Kali Krukut menyebabkan banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dan di sisi Jalan Sudirman

“Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi tercatat 136 mm per hari. Kemudian lintas airnya melewati dua sungai, satu Kali Mampang dan dua Kali Krukut. Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI. Lalu mengalir ke Sudirman. Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok,” kata Anies.

Meski demikian, masih ada air kiriman dari wilayah Tanggerang ke Jakarta melalui Kali Anke. Anies menyebut, Kali Angke masih menerima begitu banyak lkiriman air sehingga kawasan-kawasan kanan dan kiri sungai itu masih terdapat genangan.

"Di hulu sungai Anke, persis seperti pertemuan dengan teman-teman (waetawan) sudah mulai ada penurunan, tapi perluh waktu beberapa jam untuk kemudian turun ke Jakarta, ini semua nanti dari Angke bermuara dari Cengkareng," tutur dia.

Saaat ini seluruh jajaran Pemprov DKI telah melakukan upaya untuk membersihkan sampah di aliran sungai. Pemprov juga sudah mengerahkan pompa mobile baik di kawasan Sudirman maupun di Kemang yang menjadi aliran Kali Krukut untuk selanjutnya dialirkan ke Kanal Banjir Barat (KBB).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini