Saksi Ahli Jelaskan Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 22 Februari 2021 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 338 2366458 saksi-ahli-jelaskan-penyebab-kebakaran-gedung-kejagung-OkMe99kh1o.jpg Sidang kasus kebakaran Gedung Kejagung di PN Jaksel. (Foto : Sindonews/Ari Sandita)

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung RI dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU), Senin (22/2/2021).

Dua saksi ahli dihadirkan yaitu dari Labfor Bareskrim Polri, Nurcholis dan saksi ahli keselamatan bangunan gedung dari UI, Prof Julianto Sulistyo Nugroho. Persidangan dihadiri para pengacara terdakwa, jaksa, dan dipimpin Hakim Ketua, Elfian.

Saksi ahli Nurcholis mengatakan, penyebab kebakaran Gedung Kejagung RI itu berasal dari bara atau nyala api. Simpulan itu didapatkan berdasarkan teori probability approach (pendekatan kemungkinan), suatu cara ilmiah untuk menggali kemungkinan penyebab terjadinya kebakaran.

Nurcholis lalu ditanya salah seorang kuasa hukum terkait teori tersebut, apakah teori itu satu-satunya yang digunakan untuk menyimpulkan penyebab kebakaran Gedung Kejagung.

"Saudara ahli bilang penyebab kebakaran ini secara ilmiah menggunakan teori probability approach. Apakah teori itu hanya satu-satunya yang dipakai," ujar kuasa hukum dalam persidangan, Senin (22/2/2021).

Saksi ahli pun menanggapi teori tersebut merupakan cara yang biasa dipakai di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Kuasa hukum mengajukan pertanyaan apakah dengan teori tersebut kesimpulan penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan dari bara atau nyala api.

Baca Juga : 6 Perintah Jokowi Cegah Karhutla di Indonesia

Nurcholis kembali menegaskan, penyebab kebakaran memang belum bisa dipastikan apakah dari bara atau nyala api. "Untuk (mencari) penyebab kebakaran pendekatan kemungkinan itu digunakan di berbagai negara, (termasuk di Indonesia) hanya (teori) itu. Iya (masih kemungkinan) belum (pasti) bisa dua-duanya (bara atau nyala api)," katanya.

Sidang digelar digelar di ruang sidang utama, Prof H Oemar Seno Adji, SH di PN Jaksel pada pukul 14.00 WIB. Sidang masih berlanjut dengan mendengarkan keterangan saksi ahli dari UI.

Kasus yang tengah disidangkan ini terbagi menjadi 3 berkas perkara, pertama berkas perkara bernomor 50/Pid.B/2021/PN JKT.SEL dengan tersangka Imam Sudrajat. Kedua, berkas perkara bernomor 51/Pid.B/2021/PN JKT.SEL dengan 4 tersangka, yakni Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim.

Ketiga, berkas perkara bernomor 52/Pid.B/2021/PN JKT.SEL dengan satu tersangka, Uti Abdul Munir selaku mandor. Keenam terdakwa itu didakwa pasal 188 KUHP juncto 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini