Liputan di Kejari Tangsel, Wartawan Dicekik Lalu Diseret Petugas

Hambali, Okezone · Senin 22 Februari 2021 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 338 2366473 liputan-di-kejari-tangsel-wartawan-dicekik-lalu-diseret-petugas-gNKzVK6aPF.jpg Kejaksaan Negeri Tangsel (foto: Okezone/Hambali)

TANGSEL - Aksi kekerasan dialami Danang Andrio, salah satu wartawan yang bertugas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Lehernya dipiting dan dicekik, lalu file hasil peliputannya pun dirampas serta dirusak oleh oknum petugas di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari).

Danang sendiri merupakan wartawan dari salah satu media online. Saat kejadian, Jumat 18 Februari 2021 malam, dia hendak meliput suatu kegiatan kejaksaan yang turut dihadiri sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota Tangsel.

Baca juga:  Jurnalis Media Online Alami Doxing Gegara Sebuah Berita

Diceritakan Danang, setiba di gerbang masuk Kejari dia sebenarnya sudah mengenalkan diri kepada sejumlah petugas pengamanan yang berjaga di sana. Namun sayangnya, petugas melarangnya masuk meliput karena belum ada izin dari dalam.

"Di gerbang masuk, petugas menanyakan maksud dan tujuan saya ke dalam. Kemudian saya pun memerkenalkan diri, seraya mengonfirmasi tentang kegiatan serah terima jabatan Kepala Kejari," kata Danang di Sekretariat Pokja Wartawan Harian Tangsel, Ciputat, Senin (22/02/21).

Baca juga:  Gara-Gara Berita Corona, Wartawan di Muratara Dikeroyok Warga

Petugas lantas menjawab, jika kegiatan serah terima telah berlangsung pada siang hari. Mendengar penjelasan itu, Danang kembali memastikan acara yang sedang berlangsung apakah terkait lepas sambut Kepala Kejari sebelumnya.

"Terus saya minta izin untuk meliput, karena biasanya acara lepas sambut pasti banyak pejabat lain juga hadir kan. Niat saya sendiri ingin mengonfirmasi beberapa isu, jadi malam itu saya tetap kejar beberapa nara sumber," kata Danang.

"Tapi petugas melarang saya masuk dan berkata belum ada perintah dari dalam. Terpaksa saya menunggu tepat di pelataran depan gerbang pintu keluar. Rencana saya, nanti saya ingin doorstop setelah acara selesai aja," sambungnya.

Tak berselang lama, beberapa pegawai Kejari Tangsel menghampiri sambil mengajaknya berbincang. Bahkan salah satu pegawai yang datang belakangan sekira pukul 21.30 WIB, meminta penjelasan atas kedatangannya tersebut.

"Saya jelaskan apa adanya kan, namanya wartawan kita juga patuh sama ketentuan. Terus pegawai itu ngajak saya cari minuman kopi di lokasi lain, saya tolak karena saya harus dapat konfirmasi nara sumber malam itu juga," ucapnya.

Baca juga:  Bentrok Eksekusi Lahan di Riau, Wartawan MNC Group Dianiaya & Kamera Dirampas

Rupanya kegiatan itu berlangsung hingga larut malam. Sekira pukul 23.15 WIB, nampak beberapa mobil pejabat telah keluar dari area kantor Kejari. Di tengah guyuran hujan lebat, awalnya Danang tetap bertahan memilih menunggu di luar.

"Akhirnya hujan makin deras, lalu mau nggak mau saya terpaksa cari tempat buat neduh. Karena posisi saya kan sambil garap naskah berita," terangnya.

Namun tiba-tiba, terdengar teriakan dari arah beberapa petugas yang berjaga di sana. Setelah Danang menoleh, rupanya para petugas berlari mengejar ke arahnya. Tanpa penjelasan, oknum petugas berbadan besar itu langsung memiting dan mencekik lehernya.

"Saya kaget kan, kenapa sampai sebegitunya saya diperlakukan seperti pencuri, lehernya dipiting, dicekik, diseret sama oknum petugas di sana," tambah dia.

Kekerasan oleh oknum petugas yang berjaga tak berhenti di situ. Mereka juga menghardik Danang dengan berbagai makian kasar. Bahkan mereka menggeledah alat pendukung liputan berupa seunit handphone. Semua dokumen tentang peliputan pun diperiksa satu persatu lalu dihapus.

"Telepon saya dirampas paksa, beberapa data saya dihapus. Terus saya diseret ke arah kantor Mapolres Tangsel yang gedungnya bersebelahan. Saya nggak tahu maksud mereka ini apa," ungkapnya.

Danang pun curiga, jika petugas yang menghapus seluruh file dokumentasi peliputannya khawatir ada foto-foto atau video yang menggambarkan suasana saat acara berlangsung di dalam kantor Kejari.

"Mungkin mereka khawatir, takut ada dokumen acara di dalam yang berkerumun tanpa prokes atau hiburan apalah saya nggak ngerti juga," bebernya.

Hingga saat ini sendiri, berbagai organisasi wartawan di Kota Tangsel tengah berkumpul menyiapkan langkah bersama menentang aksi kekerasan tehadap wartawan di area kantor Kejari.

"Kekerasan terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan terus terulang di Kota Tangsel, ini menandakan memang belum sepenuhnya lembaga atau instansi yang ada memahami tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang," terang Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Tangerang Raya, Hasan Kurniawan, terpisah.

Sementara hingga saat ini, pihak Kejari Tangsel belum memberikan klarifikasi atas peristiwa itu. Beberapa pejabat yang dihubungi tak merespon konfirmasi wartawan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini