Kasus Covid-19 Menurun, Epidemiolog Sebut Masyarakat Takut Kuburan Penuh

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 23 Februari 2021 05:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 338 2366577 kasus-covid-19-menurun-epidemiolog-sebut-masyarakat-takut-kuburan-penuh-LNgjDcwrgo.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang masa Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Maret 2021. Kendati begitu, tren turunnya kasus Covid-19 dinilai bukan karena PPKM tetapi masyarakat takut ruang ICU dan kuburan yang kian penuh.

Hal tersebut disampaikan Epidemiolog Regional South East Asia Regional Office International Agency for Prevention of Blindness WHO, Gilbert Simanjuntak yang mengatakan, di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta menurun namun menurut Gilbert bukan karena pemberlakuan PPKM.

"Secara global di dunia kasus itu merosot drastis, saya lihat kondisinya di Indonesia sama menurun drastis tapi kalau dikatakan karena vaksinasi sepertinya tidak ya. Karena jumlah yang divaksin masih sangat minim dan tidak tercapai target misalnya tenaga kesehatan. Di Indonesia lebih karena masyarakatnya takut berkerumun karena melihat banyaknya pemberitaan ICU penuh, kuburan penuh semua ketakutan," tegas Gilbert saat dihubungi Sindonews, Senin (22/2/2021).

Anggota DPRD DKI Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan itu mencontohkan, di perkantoran, para karyawannya taat karena takut melihat pemberitaan dampak Covid-19.

"Mereka yang berkerumun terus yang di kantor enggak bermasker itu ketakutan jadi mereka itu tertib bermasker itu kecenderungan ke situ," katanya.

Gilbert melanjutkan, dari segi pengawasan PPKM Mikro juga tidak terlalu ketat.

"Kalau dari pengawasannya sendiri baik nasional maupun di Jakarta pengawasan hampir tidak signifikan ada peningkatan tapi tidak seharusnya gitu loh tetap aja cluster-cluster itu tidak diawasi dengan penuh," jelas Mantan Wakil Rektor Akademik UKI.

Baca Juga : Satgas Sebut PPKM dan PPKM Mikro Kurangi Kasus Aktif Covid-19

Ia mengklaim sempat mengajkan saran bahwa pedagang pasar harus didahulukan setelah para tenaga kesehatan. Karena menurutnya, para pedagang sering berinteraksi dengan masyarakat.

Gilbert pun mengatakan, PPMK Mikro belum bisa dikatakan sukses menurunkan angka Covid-19 karena belum ada data signifkan yang menunjukan hal tersebut.

"Cuma anjuran saya biar pasar itu didahulukan betul didahulukan gitu loh PPKM sukses turunkan angka kofit?Saya tidak bilang ppkm itu sukses tetapi dampak dari pemberitaan PPKM tentu tapi seberapa besar dampaknya (PPMKM Mikro) saya tidak begitu bisa memastikan. Yang lebih berdampak adalah ICU yang penuh dan kuburannya habis itu masyarakat takut dengan sendirinya," tutup Gilbert.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini