Tak Tepat Kaitkan Banjir Jakarta Hanya dengan Curah Esktrem

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 23 Februari 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 338 2366599 tak-tepat-kaitkan-banjir-jakarta-hanya-dengan-curah-esktrem-q9NuHvTpJF.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera memperbaiki tata kota. Dia pun menilai tidak tepat jika banjir Jakarta hanya dikaitkan dengan hujan deras yang mengguyur di tengah cuaca ekstrem.

"Tata ruang kota harus diperbaiki. Permukiman yang terdampak banjir tahunan seperti yang berada di bantaran kali (banjir kiriman), tepian situ/danau/embung/waduk di tepi pantai (banjir rob) harus direlokasi dan dikembalikan fungsinya sebagai RTH kota," tegas Nirwono saat dihubungi, Senin (22/2/2021).

Nirwono pun menyayangkan sikap Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang tidak maksimal dalam mengatasi bencana banjir. Padahal menurutnya, tiap tahun curah hujan merupakan peristiwa alam.

"Banjir kali ini juga menunjukkan bahwa gubernur dan wagub DKI gagal mengantisipasi dan mengatasi banjir, mengingat awal tahun lalu juga terjadi banjir lokal yang lebih parah," katanya.

"Tidak tepat juga kalau dikaitkan dengan curah hujan yang lebat karena peristiwa alam dan perubahan iklim, karena waktu pemerintahan Gubernur DKI sudah berjalan memasuki tahun ke 4, artinya apa yang sudah dilakukan dalam waktu hampir 4 tahun dalam mengatasi banjir? Banjir hari ini dan minggu lalu sudah cukup menunjukkan gub tidak berhasil mengatasi banjir secara signifikan," sambungnya.

Baca Juga : Warga Disarankan Akses Informasi Moda Transportasi saat Banjir

Baca Juga : Banjir Jakarta, Wagub DKI Tegaskan Tidak Ada Fakta & Data yang Disembunyikan

Ia pun kembali mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk kembali mengantispasi banjir. Lantaran, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Jabodetabek bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada malam, dini hari dan pagi hari.

"Curah hujan yang masih tinggi sampai dengan minggu depan diwaspadai Pemprov DKI karena bisa jadi puncak akumulasi banjir kiriman, banjir lokal, dan ditambah banjir rob, maka Jakarta bisa lumpuh seperti tahun 2002 2007 2013 dan 2017," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini