Jerit Trauma Warga Bekasi Usai Diterjang Banjir 2,5 Meter

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Selasa 23 Februari 2021 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 338 2366690 jerit-trauma-warga-bekasi-usai-diterjang-banjir-2-5-meter-Ac8hvhgJIL.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

BEKASI – Meski banjir mulai surut pada Selasa (23/2/2021) pagi, jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, membuat warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut menjadi trauma. Sebab, banjir yang menerjang wilayahnya mencapai 2,5 meter.

Saat ini Sebagian warga masih ada yang bertahan di posko pengungsian dan Sebagian ada yang kembali ketempat tinggalnya untuk melakukan pengecekan rumahnya. Kepada Sindonews, Sartika (50) warga Kampung Pamahan, RT 02/03 Desa Sumber Urip mengaku trauma dan ketakutan air kembali merendam wilayahnya kembali.

Ibu empat anak ini menceritakan detik-detik mengerikan air Kali Citarum tumpah ke permukiman warga. Tanggul tersebut mulanya jebol pada, Sabtu (20/2). Air dengan cepat masuk ke permukiman hingga membuat warga di sana panik. ”Pas ke wilayah saya itu masuknya pada, Minggu (21/2) pukul 01.00 WIB dini hari,” katanya.

Kemudian air dengan cepat langsung masuk tingginya sepaha orang dewasa di rumah, di jalan sudah sepinggang. Sartika saat itu hanya bisa berdiam diri di rumah, sebab kondisi jalan lingkungan sudah tak memungkin untuk dilintasi. Apalagi, di rumahnya tersebut terdapat anak dan orang tuanya, Sukiah (75) yang sedang sakit.

Baca Juga: Mengungsi pada Dini Hari, Warga Korban Banjir Bekasi Keluar dari Rumah Gunakan Pohon Pisang

”Sampai minggu sore kami sekeluarga hanya berdiam diri di rumah, kondisi listrik sudah mati dari pas air masuk,” ungkap Sartika di Posko Pengungsian Saung Desa, Desa Sumber Sari, Kecamatan Pebayuran.

Pada Minggu 21 Februari sore, tim SAR gabungan mulai mengevakuasi warga, termasuk mengevakuasi keluarga Sartika untuk pindah dari zona bahaya.

”Dijemput pakai perahu karet, karena kata tim SAR air per jam naik 5 sentimeter, warga disini sudah trauma dan ketakutan kembali kerumah,” imbuhnya.

Hingga Selasa 22 Februari pagi, air banjir mulai surut dipermukiman warga yang berada di Desa Sember Urip, Desa Karang Segar, Desa Karang Harja dan Desa Karang Haur.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini