Polisi Bongkar Praktik Klinik Kecantikan Ilegal di Ciracas, Dokter Abal-Abal Diringkus

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 23 Februari 2021 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 338 2367104 polisi-bongkar-praktik-klinik-kecantikan-ilegal-di-ciracas-dokter-abal-abal-diringkus-QoIvoGkoGm.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: Ari Sandita)

JAKARTA - Aparat kepolisian membongkar praktik klinik kecantikan dan kedokteran ilegal di Jalan Baru TB Simatupang, Ciracas, Jakarta Timur pada Minggu 14 Februari 2021. Polisi menciduk seorang perempuan berinisial SW alias Y pada Minggu, 14 Februari 2021.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, klinik tersebut bernama Zevmine Skin Care, yang mana milik seorang perempuan berinisial SW alias Y. Pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat pada 15 Februari 2021 lalu.

"Dia, SW ini pemilik klinik dan dia juga yang melakukan praktik dokter kecantikan. Karena menyangkut masalah kecantikan jadi Polwan yang kami kedepankan untuk melakukan penyelidikan dan dari hasil undercover itu berhasil kami amankan 1 tersangka," ujarnya pada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga:  Terminal Kampung Rambutan Terendam Banjir, Operasi Berjalan Normal

Menurutnya, saat mengungkap kasus itu, polisi melakukan penyamaran sehingga tersangka yang berjenis kelamin wanita tersebut berhasil diciduk. Klinik kecantikan ilegal itu diketahui sudah beroperasi sejak tahun 2017 silam.

"Tersangka ini tak memiliki keahlian sebagai dokter, meskipun pernah bekerja sebagai perawat di salah satu klinik," tuturnya.

Dia menerangkan, pelaku mematok tarif jutaan rupiah untuk sekali melakukan tindakan operasi. Bahkan, tersangka pernah mematok tarif termahalnya yang mencapai Rp9,5 juta, sedangkan total keuntungan pelaku selama beroperasi 4 tahun masih diestimasikan lebih lanjut.

"Injeksi botox itu sekitar Rp2,5 juta sampai Rp3,5 juta yang dia tarifkan. Juga ada tindakan lain yang cukup mahal termasuk tanam benang itu sampai Rp6,5 juta untuk sekali tindakan," katanya.

Baca Juga:  Pak RT Tak Tahu Warganya Jadi Dokter Gigi Gadungan

Atas perbuatannya, tambahnya, tersangka dikenakan Pasal 77 jo Pasal 73 Ayat (1) dan atau Pasal 78 jo Pasal 73 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini