Bukan Hanya Orang Biasa, Pasien Klinik Kecantikan Ilegal di Ciracas Ada Publik Figur

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 23 Februari 2021 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 338 2367111 bukan-hanya-orang-biasa-pasien-klinik-kecantikan-ilegal-di-ciracas-ada-publik-figur-mYoDqeIwsO.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bukan hanya orang biasa, ternyata publik figur juga pernah ada melakukan perawatan di klinik kecantikan ilegal di Ciracas, Jakarta Timur. Pemilik klinik berinisial SW alias Y memang menawarkan produknya melalui media sosial, seperti Instagram.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, pelaku menawarkan klinik kecantikannya menggunakan media sosial Instagram dengan promosi paket perawatan kecantikan berupa suntik, injeksi botox, injeksi filler, dan tanam benang. Pasien yang tertarik dengan tawaran itu bisa langsung menghubungi pelaku melalui pesan langsung ataupun WhatsApp sesuai nomor yang tertera.

"Pasien menghubungi tersangka via DM (direct message) atau WA (WhatsApp), kemudian dapat melakukan konsultasi dengan mengirim foto, tersangka lalu melakukan tindakan," ujarnya pada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga:  Polisi Bongkar Praktik Klinik Kecantikan Ilegal di Ciracas, Dokter Abal-Abal Diringkus

Menurutnya, selama satu bulan, pasien di klinik kecantikan ilegal itu mencapai 100 orang, khususnya sebelum pandemi Covid-19 merebak. Sedangkan pada masa pandemi Covid-19 ini, rata-rata pasiennya hanya di kisaran angka 30 orang saja.

Adapun korbannya, ungkapnya, tak hanya berasal dari orang biasa saja, tapi juga ada publik figur. Namun, polisi tak memerinci siapa saja publik figur yang pernah tertipu untuk merawat kecantikannya di klinik tersebut.

"Cukup banyak pasien tersangka ini bahkan ada beberapa publik figur pernah jadi pasien yang bersangkutan. Sejauh ini ada dua orang korban berinisial RN dan DM yang diketahui mengalami masalah pasca-dirawat disitu," tuturnya.

Dia menerangkan, RN mengalami infeksi sehingga harus diambil tindakan operasi setelah mendapatkan tindakan filler payudara di klinik tersebut. Sedangkan DM yang mendapat tindakan filler pipi mengalami masalah adanya benjolan pada pipi pasca-dirawat di kilinik ilegal itu.

Baca Juga:  Bersaksi di Sidang, Ahli Bahasa Sebut Pernyataan Gus Nur soal NU demi Viewer

Kepada polisi, paparnya, SW mengaku pernah bekerja salama tiga tahun di klinik kecantikan resmi hingga akhirnya keluar dan membuka klinik ilegal sendiri. Klinik ilegal itu sudah beroperasi sejak empat tahun lalu atau pada tahun 2017 silam.

"Bukan dari di Jakarta saja (pasiennya), tapi sampai dari Aceh juga, hanya saja paling banyak dari daerah Jawa Barat, Bandung. Sesuai dengan pesanan dari konsumennya melalui WhatsApp Grup karena dia menyampaikan promosinya itu lewat Instagramnya," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini