Antisipasi Hujan Lebat, Bima Arya Cek Kesiapan Sistem Koordinasi hingga Logistik

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 24 Februari 2021 00:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 338 2367176 antisipasi-hujan-lebat-bima-arya-cek-kesiapan-sistem-koordinasi-hingga-logistik-xZgd3E0B87.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto : Dok Pemkot Bogor)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin briefing kesiapsiagaan bencana bersama jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, serta Satgas Ciliwung di Kayumanis, Tanah Sareal, Selasa (23/2/2021).

Selain memastikan kesiapan sistem koordinasi, Bima meminta BPBD dan Dinas PUPR rutin melakukan pemetaan agar risiko bencana dapat dikurangi, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

"Ada bencana alam akibat manusia, ada bencana karena force majeure (terjadi di luar kemampuan manusia). Force majeure ini kita tidak bisa berbuat banyak, misalnya tiba-tiba gempa dahsyat. Harus ada pemetaan atau mapping di lapangan. Saya tidak mau BPBD ini seperti pemadam kebakaran. Datang, semprot, sudah. Jadi harus ada langkah sistematik," kata Bima, dalam keterangan tertulis.

Bima meminta seluruh personel, baik BPBD, PUPR hingga Camat dan Lurah untuk mengantisipasi curah hujan yang ekstrem dalam beberapa waktu ke depan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Pertama, harus ada kesiapan sistem koordinasi. Jadi begitu ada peningkatan status siaga dari Katulampa, sistem sudah bergerak. Kedua, ada proses evakuasi yang sudah disimulasikan. Ada beberapa titik yang memang langganan banjir, begitu terjadi sudah ada mekanismenya," ucapnya.

"Lalu saya juga cek kesiapan natura. Saya minta semuanya di pool, juga ditambah logistiknya di Dinsos. Terakhir, menyosialisasikan kepada warga di hari-hari ke depan yang sangat rawan ini agar menghindari dulu berada di titik-titik rawan," tambah Bima.

Baca Juga : Penyintas Sudah Boleh Divaksin Covid-19, Bima Arya: Saya Siap

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Priyatna Syamsah membeberkan, sepanjang 2020 tercatat ada 740 kejadian bencana dengan enam orang korban jiwa meninggal dunia. Sementara periode Januari-Februari 2021 sudah ada 132 kejadian bencana dengan nol korban jiwa. "Bencana yang paling mendominasi adalah tanah longsor, bangunan ambruk dan pohon tumbang," ujar Priyatna.

Di tempat yang sama, Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) yang juga Sekretaris Satgas Ciliwung Een Irawan Putra mengungkapkan perlu adanya penyelesaian terhadap sumbatan-sumbatan di saluran air karena mengakibatkan air tidak mengalir ke Sungai Ciliwung.

"Untuk posisi wilayah yang lebih rendah dari sungai yang memiliki rekam jejak sering banjir, intervensi yang bisa dilakukan mulai dari membangun tembok penahan air, vegetasi atau memindahkan warga sebagai pilihan terakhir," kata Een.

Usai briefing, Bima Arya kemudian meninjau dua titik rawan bencana di wilayah Mekarwangi dan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal. Kepala Dinas PUPR Chusnul Rozaqi menyebut untuk longsor Mekarwangi, tahun ini PUPR telah menganggarkan Rp 953 juta guna perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Rp 396 juta guna rekonstruksi jembatan.

Baca Juga : Bima Arya Bicara Soal Banjir di Jakarta

"Untuk lokasi yang biasanya banjir di Taman Sari Persada, Cibadak, tahun ini kami telah menganggarkan Rp 1,6 miliar untuk perbaikan tebing dan Rp 1 miliar untuk perbaikan drainase," singkat Chusnul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini