Warga Kembali Datangi PN Cikarang, Mediasi Pembangunan Musala Grand Wisata Deadlock

Muhibudin Kamali, Koran SI · Rabu 24 Februari 2021 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 338 2367258 warga-kembali-datangi-pn-cikarang-mediasi-pembangunan-musala-grand-wisata-deadlock-aQ1Ysj540A.jpeg Pembangunan Musala Al Muhajirin di Perumahan Grand Wisata Bekasi dihalangi pengembang.(Foto:Dok Warga)

BEKASI - Kurang lebih sebulan waktu yang diberikan hakim untuk mediasi kedua belah pihak perihal pembangunan musala Al Muhajirin tidak membuahkan hasil alias deadlock.

Sidang gugatan pengembang terhadap warga klaster Water Garden Grand Wisata akhirnya berlanjut.

Sesuai jadwal, Rabu (24/2/2021) pagi ini warga akan kembali berbondong-bondong ke Pengadilan Negeri (PN) Cikarang untuk mengikuti persidangan lanjutan dengan agenda pembacaan jawaban warga selaku Tergugat.

Baca Juga: Sekjen Gerindra Minta Rencana Sertifikat Tanah Elektronik Dibatalkan, Ini Alasannya

Ketua Yayasan Al Muhajirin Klaster Water Garden Perumahan Grand Wisata Rahman Kholid menyayangkan sikap PT Putra Alvita Pratama selaku pengembang yang dinilainya tidak konsisten dengan kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan sebelumnya.

Dia mencontohkan dalam pertemuan mediasi dua pekan lalu pengembang telah sepakat warga boleh melanjutkan pembangunan musala.

Baca Juga: Waspada Modus Mafia Tanah, Dino Patti Djalal Jadi Korban

”Tetapi dalam mediasi terakhir, pengembang malah menyodorkan draf perjanjian untuk mengatur ritual ibadah. Musala nanti tidak boleh untuk salat Jumat, juga azan tidak boleh pakai pengeras suara. Itu kan sudah intervensi,” ujar Rahman, Selasa (23/2/2021).

PT Putra Alvita Pratama menggugat warga melakukan wanprestasi karena bidang tanah musala Al Muhajirin yang sedang dibangun warga bukan untuk rumah ibadah. Sesuai Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) PPJB Nomor: 1000001477 tanggal 8 Juli 2015, tanah seharusnya untuk tempat tinggal.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini