Banjir Masih Merendam 10 Kecamatan di Kabupaten Bekasi hingga 1 Meter

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Rabu 24 Februari 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 338 2367420 banjir-masih-merendam-10-kecamatan-di-kabupaten-bekasi-hingga-1-meter-vyAGJK4O0l.jpg Ilustrasi (Foto : Antara)

BEKASI – Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi hingga Rabu (24/2/2021) ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi mencatat, sebanyak 10 Kecamatan di wilayahnya masih terendam banjir dengan ketinggian mulai 20 – 100 meter atai 1 meter.

Kendati demikian, sebagian wilayah banjirnya mulai menyurut.

”Hingga hari ini terdata 84 titik banjir di 30 desa yang berada di 10 Kecamatan dengan ketinggian air satu meter berada di Kecamatan Muaragembong,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln.

Menurut dia, petugas masih melakukan penanganan maupun evakuasi dilokasi banjir tersebut. Adapun wilayah yang banjir berada di Kecamatan Cabangbungin dengan ketinggian air 20-80 cm, Cikarang Timur 20-40 cm, Karang Bahagia 30-40 cm, Kedungwaringin 20-40 cm, Muaragembong 40-100 cm, Pebayuran 30-80 cm, Sukatani 50-80 cm, Sukakarya 50 cm, Sukawangin 40-60 cm dan Tambun Utara 20-30 cm.

Sedangkan warga yang terdampak banjir di 10 kecamatan sebanyak 13.872 Kepala Keluarga (KK). Saat ini, Kabupaten Bekasimasih melakukan pemetaan penanganan dampak banjir tersebut. Mulai dari perbaikan tanggul, jalan, maupun sarana prasarana lainnya yang rusak akibat banjir dan berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat.

Baca Juga : Selain Hujan Deras, Penyebab Banjir Jakarta & Bekasi karena 4 Tanggul Jebol

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 27.928 keluarga terdampak banjir di wilayah Kabupaten Bekasi sejak banjir merendam dari Sabtu (20/2) lalu. Banjir menyebar di 134 titik di 62 desa dan 19 kecamatan dari 23 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi. Ketinggian genangan bervariasi mulai dari puluhan sentimeter hingga dua meter.

Selain luapan sungai, banjir juga disebabkan jebolnya tanggul sehingga air dengan cepat menggenangi permukiman penduduk.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini