19.433 Hektar Lahan Pertanian di Bekasi Rusak Usai Terendam Banjir

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Rabu 24 Februari 2021 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 338 2367598 19-433-hektar-lahan-pertanian-di-bekasi-rusak-usai-terendam-banjir-zTahHjUdOc.jpg Banjir di Bekasi (foto: ist)

BEKASI – Selain merendam ribuan rumah warga, banjir di Kabupaten Bekasi merusak dan merendam lahan pertanian warga. Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya ada belasan ribu hektar sawah terdampak bencana banjir yang sebelumnya meluas di 19 Kecamatan se-Kabupaten Bekasi.

”Lahan pertanian warga yang terdampak hampir di 19.433 hektar pertanian milik warga,” kata Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Lesmanasari, Rabu (24/2/2021).

Baca juga:  Gegara Tanggul Citarum Jebol, 13 Rumah Warga Tergerus Banjir

Lahan pertanian paling terdampak berada di wilayah Utara Bekasi tepatnya di Kecamatan Pebayuran, Sukatani Sukakarya, Sukawangi, Cabangbungin, Tambelang dan wilayah lainnya.

Saat ini, pemerintah telah meninjau secara langsung pesawahan yang terdampak banjir cukup parah berada di Kecamatan Pebayuran. Dari pemantauan padi yang terdampak banjir kebanyakan berusia antara 30 - 60 hari.

”Rentang usia padi yang terdampak bencana banjir yang menyebabkan rusaknya tanaman padi milik petani usianya berkisar antara 30-60 hari usia tanam,” ungkapnya.

Baca juga:  9 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Masih Terendam Banjir

Een menambahkan, pemerintah telah memiliki data luasan sawah yang terdampak banjir. Pemberian bibit akan dilakukan setelah adanya penanganan tanggul jebol sungai Citarum tersebut.

”Nanti kita lihat situasinya, kapan mulai dilakukan pembibitan kembali. Yang jelas kami sudah punya datanya dan petani sudah diinformasikan,” ujarnya.

Khusus lahan pertanian warga yang terdampak banjir akan mendapatkan bantuan pengadaan bibit untuk membantu para petani yang sawahnya terdampak banjir. Rencananya, pemerintah mengalokasikan anggaran dari APBD 2021 untuk pengadaan bibit sebanyak 11.000 ton untuk petani.

”Untuk kekurangan 8000 ton bibit diusulkan ke Jawa Barat,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini