Dijambret, Seorang Ibu Tewas Usai Motornya Nyusruk Tabrak Tembok

Isty Maulidya, Okezone · Rabu 24 Februari 2021 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 338 2367699 dijambret-seorang-ibu-tewas-usai-motornya-nyusruk-tabrak-tembok-0vfdgiyCZD.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TANGERANG - Jajaran Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang jambret berinisial A (26) yang kerap beraksi di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Aksinya yang terakhir bahkan berakibat seorang ibu meninggal dunia.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 3 Februari 2021 pukul 17.49 WIB. Saat itu, pelaku memepet motor korban dan berusaha mengambil paksa tas korban.

"Pelaku datang memepet korban dan berusaha menjambret tas korbannya," terang ujar Deonijiu pada Rabu (24/2/2021).

Baca Juga:  Gagal Menjambret Gegara Gadis Berhijab Melawan, Pelaku Batal Menikah

Korban yang merasa kaget, langsung saja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi sampai hilang kendali. Namun, motornya yang dikendarai korban malah menabrak tembok besar di hadapannya.

"Karena motornya ngebut, korban langsung menabrak tembok dan terjatuh. Korban sempat dirawat karena kondisinya luka parah," kata Deonijiu.

Melihat hal tersebut, pelaku langsung mengambil harta benda korban. Berupa satu buah tas berisi uang tunai sebesar Rp230 ribu, satu unit handphone yang akhirnya dijual pelaku dengan harga Rp2 juta. Sementara itu, korban juga sempat dirawat di rumah sakit selama empat hari lima malam. Namun, korban tidak selamat dan meninggal saat menjalani perawatan.

"Korban sempat dirawat selama empat hari lima malam di rumah sakit dan saat ini dinyatakan meninggal," ungkap Deonijiu.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Jambret Spesialis Incar Anak Kecil, Begini Modus Pelaku

Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Metro Tangerang Kota pada sebelumnya ditangkap di kediamannya di bilangan Kalideres, Jakarta Barat. Pelaku pun dijerat Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian disertai dengan kekerasan.

"Pelaku diancam hukuman penjara maksimal 12 tahun," pungkas Deonijiu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini