Sembunyikan Sabu di Anus, 5 Pengedar Jaringan Malaysia Ditangkap di Bandara Soetta

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 25 Februari 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 338 2368220 telan-kapsul-sabu-5-pengedar-jaringan-malaysia-ditangkap-di-bandara-soetta-79QmJGsR7z.jpg Pengedar sabu yang diamankan di Bandara Soetta (foto: Okezone/Isty)

TANGERANG - Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap 10 orang pengedar narkoba jaringan Malaysia. Dari 10 pelaku, 5 di antaranya diamankan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, setelah melewati pemeriksaan X-ray.

Kasat Narkoba Polresta Bandara Soetta, Kompol Ade Candra menjelaskan bahwa aksi kurir tersebut diketahui pada Rabu 6 Januari 2021 lalu. Para petugas Avsec mendapati adanya orang mencurigakan yang melewati pintu X-ray.

Baca juga:  Jemput Paket Berisi 1 Kg Sabu, Kakak-Adik Ditangkap

Setelah dilakukan pemeriksaan, rupanya ditemukan barang haram berupa sabu yang dibungkus dalam kapsul dengan total sebanyak 1.200 gram.

"Ada laporan beberapa orang mencurigakan melewati pintu X-ray, berdasarkan hasil pemeriksaan Avsec ditemukan sabu yang disembunyikan dalam tubuh (anus,red)," ujar Ade di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (25/2/2021).

 Baca juga: Peredaran Narkoba Melonjak saat Pandemi, 1 Ton Sabu Sudah Diamankan Selama Februari

Berdasarkan hasil penyelidikan lanjutan, ditemukan bahwa pengendali barang kiriman tersebut berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan ada dua orang tersangka yang diamankan. Para tersangka bertugas sebagai perekrut dan pengendali kurir, dan biasa beroperasi di wilayah NTB. 

"Barang tersebut menuju Bali dan diedarkan ke NTB Lombok. Kami langsung mengejar ke sana dan diamankan 2 orang perekrut dan pengendali kurir," jelas Ade.

Para kurir juga mendapatkan upah yang fantastis yaitu sebesar Rp20 juta dalam sekali pengantaran. Namun, aksinya tersebut harus terhenti dan para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 132, dan atau pasal 137 huruf a dan b dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun.

"Para tersangka bisa diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup," pungkas Ade. (wal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini