5 Kurir Narkoba Jaringan Malaysia Ditangkap, Bali Target Utama Peredaran

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 25 Februari 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 338 2368257 5-kurir-narkoba-jaringan-malaysia-ditangkap-bali-target-utama-peredaran-Q766XJyM37.jpg Petugas tangkap 5 orang kurir narkoba jaringan Malaysia (Foto : Okezone.com/Isty)

TANGERANG - Sebanyak 5 orang kurir narkoba jaringan Malaysia ditangkap di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Dari penangkapan tersebut, polisi melakukan pengembangan kasus peredaran narkoba jenis sabu lintas negara itu, di mana Bali menjadi target utama pengedaran barang haram itu.

Satres Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Ade Candra mengatakan bahwa 3 orang tersangka yang ditangkap di wilayah NTB berperan sebagai perekrut kurir, pengendali kurir, dan bandar narkoba. Sementara, 2 tersangka lain yang ditangkap di Aceh dan Riau berperan sebagai bandar narkoba.

"Asal barang diambil dari Aceh menuju Bali dan diedarkan ke Lombok. Tim langsung mengejar ke Lombok dan diamankan 2 orang perekrut serta pengendali kurir. Mereka dapat pesanan dari MT pengedar yang beroperasi di wilayah NTB," ujarnya, Kamis (25/2/2021).

MT rupanya tak sendiri, dia bekerja sama dengan seorang pendengar lain berinisial LMD yang berada di Sumba. Polisi juga mengungkap bahwa kasus ini masuk dalam jaringan internasional, karena sabu tersebut berasal dari Malaysia.

"Ada rekan atas nama LMD di Sumba tapi kabur dan ditemukan di Riau. Kita kejar juga ke Aceh karena barang tersebut dikirim dari sana, dan didapati tersangka atas nama JDA, rupanya asal barang dari Malaysia," lanjut Ade.

Baca Juga : Telan Kapsul Sabu, 5 Pengedar Jaringan Malaysia Ditangkap di Bandara Soetta

Para pengedar tersebut menyimpan sabu sejumlah 1.200 gram di dalam tubuh. Masing-masing pengedar menyembunyikan 200 hingga 300 gram sabu yang dikemas dengan kapsul dan kemudian disembunyikan di dalam anus.

"Modusnya mereka sembunyikan di dalam anus, masing-masing orang bawa sekitar 200 hingga 300 gram sabu yang dibungkus kapsul," lanjut Ade.

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 132, dan atau pasal 137 huruf a dan b dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun. "Para tersangka bisa diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup," pungkas Ade.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini