Fakta Baru Penyiraman Air Keras di Tangerang: Korban Ikut Tawuran

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 26 Februari 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 338 2368555 fakta-baru-penyiraman-air-keras-di-tangerang-korban-ikut-tawuran-yfecycjlem.JPG Foto: Isty Maulidya

TANGERANG - Polisi akhirnya mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang remaja yaitu FI di Tangerang. FI sebelumnya diberitakan menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal. Saat ini, FI masih menjalani perawatan karena wajahnya mengalami luka bakar.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima menjelaskan bahwa FI sendiri ikut dalam aksi tawuran antar remaja. Sebelumnya dia dan temannya yang lain membuatnya janji di media sosial Instagram untuk bertemu di daerah Poris.

"Mereka melakukan perjanjian lewat Instagram untuk bertemu di Poris, dan setelah itu terjadi aksi tawuran dimana mereka saling melempar dan mengejar satu sama lain," ujar Deonijiu di Mapolres Metro Tangerang Kota pada Kamis (25/2/2021).

Saat aksi berlangsung, teman-teman dari FI ini lari menjauhi kelompok lawan, namum sayangnya FI terjatuh di tengah jalan. Melihat itu, kelompok lawan pun langsung menyiram air keras ke muka FI hingga menyebabkan muka korban terluka parah.

Baca Juga: Polisi Ciduk 3 Penyiram Air Keras Remaja di Cipondoh, Ternyata Masih Bocah

"Kemudian salah satu kelompok ini lari, dan satu orang jatuh yaitu FI. Setelah jatuh, korban langsung disiram oleh kelompok lain dengan air keras," lanjutnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa para pelaku berada di wilayah Banten untuk bersembunyi. Ada 4 pelaku yang diamankan, dan saat ini sudah ditahan untuk proses penyelidikan.

"Para pelaku berjumlah 4 orang da lari ke Banten, saat sudah diamankan untuk pemeriksaan," ujarnya.

Para pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP dan juga dijerat dengan UU Perlindungan Anak denga ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Kapolres juga mengingatkan kepada masyarakat, khususnya para orang tua untuk mengawasinya kegiatan anak-anaknya agar kejadian tawuran antar remaja ini tidak terulang lagi.

"Kami himbau masyarakat untuk melaksanakan pengawasan kepada putra putrinya agar tidak melakukan tawuran," pungkasnya

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini