Pengamat Minta Bripka CS Dihukum Berat

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 26 Februari 2021 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 338 2368560 pengamat-minta-bripka-cs-dihukum-berat-08BID5tQvU.jpg RM Cafe. (Foto : Sindonews)

JAKARTA - Pengamat kepolisian, Irjen (Purn) Sisno Adiwinoto mengatakan, hukuman terhadap Bripka CS, oknum polisi pelakuĀ penembakan RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat, patut ditambah hingga sepertu dari hukumannya kelak. Itu karena Bripka CS telah terbukti melakukan tindakan pidana hingga menewaskan orang.

"Tambah sepertiganya, itu buat pelaku. Jadi tindakan tegas segera diproses dan hampir bisa dipastikan pasti pimpinan, dalam arti Propam tak akan menganulir atau membiarkannya sehingga diproses," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/2/2021).

Menurutnya, persoalan senjata api yang dibawa Bripka CS, saat dia diberikan senjata itu tentu penggunaannya menjadi tanggung jawabnya secara pribadi dalam pelaksanaan tugasnya. Karena itu, jika melakukan perbuatan penyalahgunaan senjata, dia harus dihukum. Saat masuk dalam hukum pidana, sudah sepatutnya hukumannya itu ditambahkan sepertiganya dari ancaman hukuman yang ada.

Dia menilai, persoalan oknum polisi yang melakukan perbuatan pidana itu sejatinya bukan salah dalam hal prosedur pembinaannya. Itu karena, sejauh pengamatannya, konsep dan program-program pembinaan personel kepolisian sudah sangat baik dan bagus.

Baca Juga : Penembakan RM Cafe, Kompolnas: Periksa Jasmani dan Rohani Polisi Pembawa Senpi!

Misalnya saja, kata dia, dalam hal pola rekrutmen ataupun pembinaan karier, meski dalam prosesnya tetap ada masukan dan saran berdasarkan perkembangan yang ada. Konsep dan program itu terus mengalami perbaikan manakala ada kekurangan.

"Masalahnya dalam realisasi, kalau realisasinya itu untuk kasuistis atau yang serupa, itu kan kalau polisi tanggung jawabnya perorangan, bahkan kalau itu dia perorangannya atau karena dia sebagai petugas, ancamannya atas tindakannya itu, kalau itu tindakan hukum yah bisa ancaman sepertiganya," katanya.

Begitu juga tentang pemberian senjata api pada personel kepolisian, tambahnya, sejatinya harus melewati seleksi yang ketat melalui berbagai prosedur dan tes, seperti tes keterampilan dan psikologis. Hanya saja, saat senjata itu sudah berada di tangan anggota itu, tentunya menjadi tanggung jawab pribadinya.

Baca Juga : Jenazah Pratu Martinus Tiba di Rumah Duka, Sang Istri Nyaris Pingsan

Saat anggota itu terbukti melakukan penyalahgunaan senjata, sudah sepatutnya dia diberikan sanksi tegas, apalagi pidana hingga harus ditambahkan hukumannya dari yang semestinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini