Kasus Penembakan Bripka CS, Kapolsek Kalideres dan Kapolres Jakbar Diminta Dicopot

Ari Sandita Murti, Sindonews · Jum'at 26 Februari 2021 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 338 2368563 kasus-penembakan-bripka-cs-kapolsek-kalideres-dan-kapolres-jakbar-diminta-dicopot-mjhfmkJlpk.jpg Bripka CS pelaku penembakan di RM Cafe. (Foto : MNC Portal Indonesia)

JAKARTA - Pengamat kepolisian Irjen (Purn) Sisno Adiwinoto mengatakan, kasus penembakan RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat, yang dilakukan Bripka CS, tak terlepas dari pengawasan atasannya. Karena itu, menurutnya, Kapolsek Kalideres dan Kapolres Jakarta Barat dicopot dari jawabannya lantaran dianggap gagal memberikan pembinaan pada anggotanya.

"Itu sangat kasuistis, pembinaan komando, pembinaan disiplin itu kan tiap atasan wajib, di situ kuncinya memberikan pembinaan itu. Namun, untuk menjadi komando semua jajaran menjadi aware, mestinya Kapolsek dan Kapolresnya segera dicopot," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/2/2021).

Menurutnya, perbuatan yang dilakukan Bripka CS selaku anggota Polsek Kalideres itu tak lepas dari tanggung jawab atasannya lantaran manajemen kepemimpinan di lapangan itu kewenangan atasannya. Karena itu, jika ada anggota kepolisian yang melakukan perbuatan melanggar hukum, atasannya turut bertanggung jawab, khususnya secara administratif.

"Dahulu di ABRI itu dua tingkat di atasnya kena tanggung jawab administratif karena dia (atasan) kenapa tak ketat atau tak tahulah mengawasi anggotanya, bisa anggotanya sampai mabuk, sampai lalai, sampai berbuat itu dia ada tanggung jawab administratif," tuturnya.

Baca Juga : Penembakan RM Cafe, Kompolnas: Periksa Jasmani dan Rohani Polisi Pembawa Senpi!

Pencopotan jabatan atasan anggota yang melanggar itu, jelasnya, baik Kapolsek maupun Kapolres menjadi bentuk tanggung jawab administratif dan sebagai bentuk peringatan pembinaan pula pada kepemimpinannya. Namun, Kapolsek dan Kapolres tak bisa dimintai tanggung jawab pidana lantaran tanggung jawab pidana itu hanya berlaku pada si pelanggarnya tersebut yang melakukan perbuatannya secara pribadi.

Baca Juga : Kompolnas: Bripka CS Bisa Dijerat dengan Pasal Berlapis

"Jadi itu teguran, demosi artinya turun level yah jabatannya. Mungkin sekarang ini pimpinan, kapoldanya, kapolrinya harus segera copot itu (Kapolsek dan Kapolres), untuk memastikan administratif tadi dan pembinaan, kalau benar itu mabuk-mabukan kok bisa terjadi, kenapa Kapolsek, Kapolres tak memberikan pembinaan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini