Banjir Surut, Warga Cikarang Timur Mulai Bersih-Bersih

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Jum'at 26 Februari 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 338 2368845 banjir-surut-warga-cikarang-timur-mulai-bersih-bersih-bXo7oPv2HB.jpg Warga Cikarang saat bersih-bersih pasca banjir (foto: Sindo/Abdullah)

BEKASI - Pasca banjir merendam wilayah Kabupaten Bekasi, warga yang terdampak mulai kembali ke tempat tinggalnya, dan bergotong royong membersihkan sampah banjir maupun lumpur. Sebab, hingga Jumat (26/2/2021) ini, kondisi banjir sudah mulai menyurut dibeberapa titik.

Pantauan di lokasi, kondisi tersebut bisa terlihat dari Warga Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Warga mulai membersihkan sisa banjir akibat luapan Sungai Cibeet yang sempat merendam permukiman warga dengan ketinggian mencapai dua-tiga meter.

Baca juga: Hampir Sebulan, Pantai Harapan Jaya Muaragembong Terendam Banjir

Banjir di wilayah tersebut sempat mengisolir 1600 Kepala Keluarga (KK) dan menyebabkan kematian dengan beberapa warga yang hilang terseret derasnya banjir.

"10 RT yang sedang dibersihkan karena sudah benar - benar surut hari ini," kata Muhardi Saputra (42).

Baca juga: Anak-Anak Korban Banjir Bekasi Dapat Trauma Healing

Menurut dia, dari 12 RT di wilayahnya hanya menyisakan dua RT yang masih direndam banjir dengan ketinggian 20-30 centimeter. Banjir turut menyisakan sampah rumah tangga, ranting pohon, bambu, serta lumpur sungai ke lingkungan permukiman warga.

"Ketebalan lumpur hingga 10 sentimeter, lumpur ini yang mendominasi sisa-sisa banjir," ungkapnya. Dengan peralatan seadanya, warga mulai mengangkut sisa-sisa banjir yang terlihat di sepanjang jalan, tempat ibadah, saluran air, hingga lingkungan rumah warga.

Banjir mengakibatkan sejumlah infrastruktur di wilayahnya mengalami kerusakan seperti tanggul penahan tanah, saluran air, jembatan, hingga jalan desa yang sempat terputus aksesnya. Sedikitnya 20 rumah mengalami kerusakan mulai rusak ringan, sedang, hingga berat dengan kerugian mencapai Rp15 juta setiap rumah.

"Banjir juga menyebabkan aset desa seperti komputer, kursi dan meja, laptop, lemari, tivi, hingga mesin pompa air mengalami kerusakan," ucapnya.

Saat ini, warganya membutuhkan bantuan logistik seperti beras, mi instan, makanan balita, hingga baju bersih karena pakaian mereka gunakan terbawa hanyut saat banjir.

Tokoh Pemuda Cikarang Timur ini meminta pemerintah pusat turun andil menangani perbaikan Sungai Cibeet agar musibah serupa tidak terulang kembali. Untuk itu Presiden Jokowi diminta untuk melihat warga disini.

"Kami minta pemerintah pusat turun tangan melihat kondisi kami disini," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini