Puluhan Atap Rumah Warga Jakarta Utara Hancur Diterjang Badai

Yohannes Tobing, Sindonews · Jum'at 26 Februari 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 338 2368853 puluhan-atap-rumah-warga-jakarta-utara-hancur-diterjang-badai-RuI8DTk4GG.jpg Warga Semper memperlihatkan atap rumahnya yang hancur (foto: Sindo/Yohannes)

JAKARTA - Hujan disertai angin kencang terjadi di wilayah Jakarta Utara sejak malam. Akibat dari hujan ini, puluhan atap rumah di wilayah Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara hancur.

Salah satu warga RT 010 RW 011, Mariyadi (45) mengatakan bahwa hujan datang pada Jumat (26/2/2021), dini hari. Saat terjadi terdengar suara gemuruh dengan hujan angin yang sangat kuat.

"Terdengar suara kretek, kretek, luar biasa lah. Kita satu keluarga panik, asbes di atas itu sudah beterbangan entah ke mana, angin itu muter," kata Mariyadi di lokasi.

Baca juga:  15 Rumah di Bekasi Rusak Diterjang Puting Beliung

Dari kejadian tersebut, Maryadi pun bersama keluarganya mengaku panik dan mencoba keluar dari rumahnya. Namun saat keluar dari rumah, kanopi depan rumah tiba tiba rubuh.

"Kita langsung berdiam diri di samping rumah, kita tidak bisa berteduh dengan selayaknya, masih kehujanan juga. Setelah reda keluarga saya semua nginep di rumah tetangga," tuturnya.

Baca juga:  Hampir Sebulan, Pantai Harapan Jaya Muaragembong Terendam Banjir

Akibat, peristiwa ini atap rumah dan tembok Maryadi hancur. "Dampaknya pertama tembok ruang tengah, kamar lalu asbes keangkat semua, yang jelas itu sudah habis semua," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 010, Jajang Ahmad Suhedi mengatakan, akibat kejadian ini terdapat 40 rumah warga sekitar mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat.

"Akibat angin puting beliung ini berdasarkan data sementara ada 40 rumah khusus di RT 10 RW 11," Kata Jajang.

"Untuk kerusakannya mungkin ya ada ini yang agak parah, karena kondisinya seperti itu, ada juga yang belakang ada juga yang hanya asbes karena tertimpa yang sebelahnya," Lanjutnya.

Adapun untuk penanganan kerusakan ini, Jajang menuturkan untuk sementara waktu warga masih bisa mengantisipasi dan memperbaiki kerusakan rumahnya sendiri

"Belum ada bantuan dari mana mana, tapi tadi udah ada yang berkunjung kesini dari tim Tagana sudah mendata warga siapa saja dan berapa jumlahnya sudah saya laporkan ke tim Tagana," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini