Harlah ke-98 NU, Anies: Penjaga Utama & Sabuk Pengaman Perjalanan Bangsa Indonesia

Bima Setiyadi, Koran SI · Minggu 28 Februari 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 338 2369692 harlah-ke-98-nu-anies-penjaga-utama-sabuk-pengaman-perjalanan-bangsa-indonesia-aen0JMvP93.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah foto saat menjadi pembicara hari ulang tahun Nadhaltaul Ulama (NU) ke-98 tahun di akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, Minggu (28/2/2021).

Anies mengatakan, di usianya ke-98 tahun, patut disyukuri dengan rasa bangga di antaranya karena keberkahan para muassis (pendiri) NU mulai dari Hadlratusyaikh Hsyima Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, hingga KH Bisri Sansuri.

 Baca juga: Harlah Ke-95 NU, Kapolri: Semoga Senantiasa Jadi Mitra Jaga Keutuhan NKRI

"Nahdlatul Ulama hadir menjadi salah satu pilar penjaga utama republik ini dan sabuk pengaman perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Itu tidak bisa dilepaskan dari peran para ulama NU sampai usia ke-98 tahun (16 Rajab 1344-16 Rajab 1442)," tulis dia.

 Baca juga: Harlah Ke-98 NU, Jokowi : Hampir Satu Abad Jadi Benteng Pembela Pancasila

Anies menilai, NU akan menjadi inspirasi yang menggerakkan bagi semua pihak di tengah ketimpangan yang masih menjadi pekerjaan rumah yang besar untuk bangsa Indonesia.

"Kemarin, NU mengambil peran menjadi pilar, pengaman, dan pembentuk perasaan keindonesiaan. Ke depan, NU terus menambahkan dengan menjaga peran mempersatukan atau menjaga persatuan. Sulit membangun persatuan dalam kondisi ketimpangan," kata Anies.

Anies menjelaskan, persatuan harus dibangun dalam perasaan kesetaraan. Persatuan membutuhkan perasaan keadilan, karenanya, gerakan zakat, infak, shadaqah yang NU lakukan diharapkan mampu menjadi penggerak yang efektif untuk membereskan ketimpangan.

"Mengangkat yang di bawah. Bukan mengecilkan yang besar, melainkan membesarkan yang kecil. Persis seperti ketika Hadlratusyaikh Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah mendirikan Nahdlatut Tujjar pada 1918, yang menjadi penopang dakwah dan kemandirian ekonomi. Sekaligus menciptakan harmoni sosial. Menghadirkan suasana kesetaraan," tutur dia.

Begitu pula di bidang pendidikan, NU akan terus menjadi sokoguru seperti perjalanan 100 tahun pertama. Dalam perjalanan seratus tahun kedua nanti, NU bersiap menjadi lokomotif penumbuhan pengusaha di pondok pesantren seluruh Indonesia. Di dalam tubuh NU, harus dimunculkan pribadi-pribadi yang kreatif dan inovatif.

"Saat ini kita dalam suasana pandemi, suasana wabah. Terima kasih NU telah menjadi salah satu garda terdepan di dalam mencegah penyebaran COVID ini. Saat masyarakat sulit NU hadir membantu, dan penyalurannya begitu masif. Sering sekali hal ini luput dari sorotan media, tapi dijamin terlihat di mata Allah dan dicatat di dalam sejarah kontribusi bangsa kita," ungkapnya.

"Selamat Harlah ke-98 NU. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan ridha-Nya atas semua ikhtiar kemajuan yang NU lakukan," lanjut mantan Mendikbud itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini