Tempat Hiburan Malam Banyak Langgar Aturan, PAN Sebut Pengawasan Pemprov DKI Jakarta Lemah

Komaruddin Bagja, Sindonews · Minggu 28 Februari 2021 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 338 2369695 tempat-hiburan-malam-banyak-langgar-aturan-pan-sebut-pengawasan-pemprov-dki-jakarta-lemah-h9J6t6ZHwF.jpg Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Jakarta diduga menyamarkan usahanya sebagai restoran, untuk mengakali perizinan dan tetap bisa beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Terbukti, kasus penembakan yang dilakukan oknum anggota polisi terhadap personel TNI AD di RM Cafe Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (25/2/2021) dini hari adalah buktinya.

Berdasarkan waktu penembakan yang terjadi menjelang subuh, bisa dipastikan jika RM Cafe melanggar waktu operasional PSBB dengan cara berkamuflase.

Tak hanya itu, Sabtu (27/2/2021) malam lalu Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggelar razia tempat hiburan malam The Brotherhood kawasan Jakarta Selatan.

Baca Juga: Langgar PPKM, Satgas Covid-19 Bekasi Tutup 18 Tempat Hiburan Malam

Dari hasil razia, empat orang positif gunakan narkoba. Polisi menyebutkan, pihak pengelola mengelabui petugas dengan mematikan lampu.

Menanggapi hal itu, anggota DRRD DKI Jakarta Fraksi PAN, Lukmanul Hakim, mengakui lemahnya pengawasan terhadap perizinan usaha di Jakarta.

Baca Juga: Pengunjung Hiburan Malam Kocar-kacir saat Petugas Periksa Protokol Kesehatan

Akibatnya cara akal-akalan seperti yang dilakukan manajemen RM Kafe dan The Brotherhood terus berulang.

"Perizinan usaha di Jakarta itu lemah pengawasannya. Itu (RM Cafe-red) kan tempat hiburan malam, kemudian berubah izinnya jadi tempat makan atau restoran. Tapi aktivitasnya tetap saja hiburan malam, bukanya sampai subuh. Dan yang saya dengar infonya, mereka ini bukan sekali dua kali melanggar," kata Lukmanul kepada wartawan, Minggu (28/2/2021).

Karena itu, anggota Komisi A DPRD DKI ini, mendesak pemprov DKI memperketat pengawasan, dan jangan segan-segan menindak pengusaha THM yang melanggar aturan perizinan.

"Jangan menunggu kasusnya ramai baru ditutup. Yang begini kalau sudah bandel, langsung sikat aja. Tutup permanen kalau perlu," tegas Lukman.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini