FBR Bantah Anggotanya Bacok 2 Bocah di Ciputat, Polisi Kerahkan Timsus Buru Pelaku

Hambali, Okezone · Minggu 28 Februari 2021 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 28 338 2369849 fbr-bantah-anggotanya-bacok-2-bocah-di-ciputat-polisi-kerahkan-timsus-buru-pelaku-L3SV2JOwT5.jpg FBR dan PP di Polres Tangsel. (Foto: Hambali)

TANGSEL - Panglima Forum Betawi Rempug (FBR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Andi Aferi Amrani alias Daeng Fery menyangkal anggotanya di balik aksi penyerangan Pos Pemuda Pancasila (PP) di Jalan H Isa, Rengas, Ciputat Timur, Minggu (28/02/21).

Akibat penyerangan di pos tersebut, 2 bocah yang kebetulan sedang tertidur di sana yakni BR (15) dan JN (18) mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam.

Para pelaku melarikan diri setelah warga mulai berdatangan. Kejadian itu pun lantas dikaitkan dengan bentrokan massa FBR dan PP pada malam kejadian. 

“Enggak ada, kita pastikan itu bukan anggota kita. Memang pada malam dini hari ada kejadian, hanya kesalahpahaman saja di lapangan. Akhirnya kita, baik dari FBR ataupun PP sama-sama mengingatkan anggota di lapangan," ujar Daeng Fery saat menggelar pertemuan bersama di Mapolres Tangsel.

Baca juga: Bentrok Ormas di Tangsel, Pos Diserang hingga 2 Bocah Luka Bacok

Meski begitu, dia menyayangkan ulah beberapa massa dari Ormas PP yang justru melakukan penyerangan ke gardu Posko FBR di Perigi, Pondok Aren, dini hari. Padahal beberapa jam sebelumnya, pimpinan kedua belah pihak telah sepakat menganggap kesalahpahaman telah diselesaikan. 

"Waktu kejadian di Maruga (Ciputat) itu kan hanya kesalahpahaman aja, sudah diselesaikan. Tapi kita sayangkan, karena setelah itu gardu kita di Perigi diserang, untung enggak ada korban. Kalau dari kita, sudah saya pastikan dari malam kejadian enggak ada lagi yang konvoi ke luar kampung, jaga kampung masing-masing," tegasnya. 

Baca juga: Bentrok Ormas di Cengkareng Gegara Masalah Pengelolaan Apartemen City Park

Menurut Daeng Fery, FBR sangat mendukung upaya aparat menjaga kamtibmas di masa pandemi. Oleh karena itu, dia langsung bergerak cepat memerintahkan agar tak ada anggotanya yang memancing perselisihan kembali di lapangan. 

"Jadi ya selesai setelah di Maruga itu. Kita komit menjaga kondusifitas, enggak ada anggota kita yang kumpul-kumpul lagi malam itu," ucapnya. 

Korban pembacokan, BR dan JN, sendiri masih mendapat perawatan serius di RSPAD dan RS Fatmawati. Bocah malang yang masih duduk di bangku sekolah SMP dan SMA itu mengalami beberapa luka bacok di punggung dan lengan.

Sementara, Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin mengatakan, jajarannya sudah melakukan penyelidikan atas kejadian pembacokan yang mengakibatkan 2 bocah terluka. Hingga kini keberadaan pelaku masih dalam pengejaran Tim Khusus (Timsus).

"Pelaku sedang diburu oleh Timsus Polres," ungkapnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini