Pedagang hingga Wartawan Siap Divaksin Covid-19 di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 01 Maret 2021 02:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 338 2369895 pedagang-hingga-wartawan-siap-divaksin-covid-19-di-bogor-23C1ytUcrs.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua mulai 1 Maret hingga April 2021. Adapun sasaran penerimanya vaksin Covid-19 adalah para pelayan publik.

Pelayan publik yang dimaksud mulai dari dari Wali Kota Bogor, Ketua KONI, Habib Abdullah Empang, pedagang pasar, pengemudi ojek, guru hingga wartawan. Ada beberapa lokasi vaksinasi yakni di Gedung Puri Begawan, SMPN 5, RS Salak, Denkesyah, Aula Polresta Bogor Kota, RS Bhayangkara, Technopark dan Technonet IPB dan IICC Botani.

"Jadi, ada kategori profesi pelayan publik di Kota Bogor yang masuk daftar penerima vaksin, seperti ASN, pejabat publik, TNI, Polri, DPRD, BUMN/BUMD, guru,Dosen, pedagang pasar, tokoh agama, pelaku pariwisata hotel/resto, ojol, taksi online dan wartawan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno, Minggu (28/2/2021).

Retno menambahkan, untuk jumlah sasaran pelayanan publik pihaknya menargetkan 25.000 orang. Diharapkan, seluruh sasaran dapat ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19 massal.

"Tenaga pelaksana melibatkan tim dari Dinkes, RS dan puskesmas dengan menargetkan sasaran 1.500 orang per hari, sehingga diharapkan dalam kurun waktu satu bulan bisa rampung," ungkapnya.

Sedangkan, untuk lansia masih diprioritaskan di ibu kota provinsi. Saat ini, pihaknya sedang pendataan by name by address melalui kader posbindu wilayah disandingkan dengan data Disdukcapil Kota Bogor.

"Sasaran lansia ada 93.000 orang. Sementara sasaran lansia pendataan riil ada 61.000 orang," jelasnya.

Baca Juga : Program Kampung Tangguh Jaya Hasilkan Zero Covid-19 di Rusun Muara Angke

Di samping itu, Dinas Kesehatan telah menerima 7.730 vial untuk sasaran pelayanan publik yang berisi 69.570 dosis vaksin covid-19 Bio Farma.

"Satu vial itu berisi 5 ml yang bisa digunakan untuk 9 orang (1 orang 0,5 ml). Jadi, kalau kami hitung dari 7.730 vial jika dikali 9 menjadi 69.570 dosis atau untuk 34.785 orang (2 kali vaksin)," tutup Retno.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini