Aksi Balap Liar Dibubarkan, Geng Motor Malah Keroyok Sekuriti hingga Bonyok

Hambali, Okezone · Senin 01 Maret 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 338 2370201 aksi-balap-liar-dibubarkan-geng-motor-malah-keroyok-sekuriti-hingga-bonyok-LMfd229iFp.jpg Anggota sekuriti yang dikeroyok geng motor di Tangsel (foto: Okezone/Hambali)

TANGSEL - Seorang anggota sekuriti babak belur usai dianiaya sekelompok geng motor di Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (1/3/2021).

Penganiayaan itu terjadi tak lama setelah petugas gabungan membubarkan kerumunan aksi balap liar, oleh kelompok geng motor di dekat Perempatan Sunburst. Di sana, seunit sepeda motor pelaku balap liar diamankan dan dibawa ke Mapolsek Serpong.

Baca juga:  Perawat Dianiaya Remaja di Bandara Soetta, Leher Korban Disayat dengan Pisau Cukur

Namun ternyata, pembubaran balap liar itu berbuntut panjang. Kelompok geng motor lantas berkumpul di kawasan BSD Square, jumlahnya lebih dari 20 orang. Mereka diduga berniat melancarkan aksi balas dendam mencari petugas keamanan kawasan yang turut membubarkan balapan liar.

Baca juga: Aniaya Bocah Gegara Kesal Motor Disalip, Dua Pemulung Ditangkap

Apes dialami M Rian (26), sekuriti itu sekira pukul 03.00 WIB tengah melintas melalui kawasan BSD Square usai patroli kawasan. Tiba-tiba dia mendapati kerumunan orang bermotor telah berkumpul di sana. Tanpa basa-basi, mereka langsung menyeret dan melakukan pengeroyokan.

"Di situ udah rame, terus langsung saya dikepung, dikeroyok. Jumlahnya antara 15 orang sampai 20-an orang," kata Rian kepada Okezone.

Rian menuturkan, awalnya dia tak tahu-menahu siapa puluhan pelaku itu. Saat penganiayaan, beberapa pelaku melontarkan ucapan yang berkaitan dengan penahanan salah satu motor dari kelompok mereka beberapa saat lalu.

"Waktu dipukulin itu, saya dengar mereka ngomong, motor aing (saya) kena, motor aing kena. Ngomong gitu sambil nendangin muka saya. Mungkin maksudnya motor yang diamanin waktu mau balap liar sebelumnya," ungkap Rian.

Saat pengeroyokan berlangsung, tak ada yang berani mendekat. Namun setelah tubuh Rian tergeletak tak berdaya, barulah beberapa pedagang di seberang lokasi mulai berdatangan berusaha melerai. Para pelaku pun lantas kabur sambil menggeber-geber sepeda motor mereka.

Bantuan dari sekuriti kawasan tiba memberi pertolongan kepada Rian. Dia lantas dilarikan ke Rumah Sakit RIS di Lengkong Gudang Timur. Di sana tim medis menerangkan jika Rian mengalami banyak luka di bagian wajah, tulang rusuk, hingga ke bagian perut.

Komandan Peleton (Danton) Sekuriti Kawasan Timur Zona 4.5 BSD, Budi Suprayitno, menjelaskan perkembangan terkini kondisi Rian. Guna kebutuhan visum, kemudian anak buahnya itu diantar ke Polsek Serpong untuk membuat laporan.

"Pagi tadi sudah buat laporan di Polsek Serpong, kemudian visum ke RS Medika," tutur Budi ditemui terpisah.

Budi pun membeberkan, bahwa ulah geng motor memang sudah sangat meresahkan di wilayahnya. Setelah pengeroyokan Rian, dia bahkan langsung meminta anak buahnya berkumpul di satu titik dan merapat ke Kantor Polsek Serpong.

"Waktu tadi pagi setelah kejadian, saya langsung perintahkan anak buah saya jangan mencar-mencar dulu, atau berkumpul di Polsek. Sehingga kalau ada apa-apa mudah kordinasinya," sambungnya.

Masih kata Budi, aksi balap liar oleh kelompok geng motor kerap ramai pada malam Jumat, Sabtu dan Minggu. Kegiatan itu sulit dibubarkan lantaran mereka kerap kucing-kucingan dari satu lokasi ke lokasi lain di sekitaran Serpong.

"Biasanya itu malam Jumat, Sabtu, Minggu. Tapi tadi malam mereka juga ramai kumpul-kumpul di jalan, makanya awalnya kita sempat patroli gabungan dengan polisi sebelum kejadian anak buah saya ini," ucapnya.

Sementara, hingga saat ini pihak kepolisian dari Polsek Serpong belum bisa dikonfirmasi atas kasus pengeroyokan oleh geng motor itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini