Gagal Divaksin Covid-19, Bima Arya Sumbang Jatahnya ke Relawan Pengatur Lalu Lintas

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 01 Maret 2021 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 338 2370301 gagal-divaksin-covid-19-bima-arya-sumbang-jatahnya-ke-relawan-pengatur-lalu-lintas-SCrmF7IATr.jpg Bima Arya dan Mahfud. (Foto: Istimewa)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya kembali gagal disuntik vaksin Covid-19. Pasalnya, antibodi atau titer di tubuhnya masih tinggi. Bima pun menyumbangkan jatah vaksinnya kepada yang lebih membutuhkan.

Orang yang beruntung mendapat jatah vaksin itu ialah Mahfud, seorang relawan pengatur lalu lintas di Jalan Sancang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. 

"Kebetulan tadi siang kang Mahfud mampir ke Balai Kota ya, silaturahmi lah ya. Saya tanya saja mau divaksin enggak, ternyata beliau mau," kata Bima, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 tahap dua di Puri Begawan, Kota Bogor, Senin (1/3/2021). 

Baca juga: Bima Arya Klaim Berhasil Kurangi Timbunan Sampah 16 Persen Setiap Harinya

Selanjutnya, Mahfud yang masih memakai seragam langsung menjalani skrining kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor. Hasilnya, kondisi Mahfud memenuhi syarat untuk disuntik divaksin Covid-19.

"Kita cek, diskrining ternyata fit untuk divaksin ya sudah, alhamdulillah pelaksanaan vaksinnya berjalan lancar. Saya kira titer saya masih tinggi, (vaksin) diberikan ke yang membutuhkan karena beliau juga masih tugas di lapangan," ungkapnya. 

Baca juga: Program Vaksinasi Khusus Lansia Digelar di Apartemen Taman Rasuna

Sementara itu, Mahfud yang dikenal sebagai relawan pengatur lalu lintas yang mempunyai cara khas itu mengaku hanya merasakan sedikit pegal usai divaksin. Ia pun memang ingin sekali disuntik vaksin agar sehat dan aman dalam beraktivitas. 

"Awalnya agak pegal tapi sudah sehat lagi ini. Ya mau sehat lah, pernah ada pengalaman sakit, sekarang alhamdulillah sehat lagi, bersyukur," ucap Mahfud.

Seperti diketahui, Wali Kota Bogor Bima Arya kembali gagal divaksin Covid-19 untuk kedua kalinya. Kali ini, politisi PAN itu gagal lantaran antibodi atau titernya masih tinggi sehingga hasil konsultasi dengan dokter dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi, menyarankan untuk sementara tidak perlu divaksin covid-19. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini