Pemprov DKI Sebut Tak Ada Pembelian Lahan Makam untuk Jenazah Covid-19

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 02 Maret 2021 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 338 2370734 pemprov-dki-sebut-tak-ada-pembelian-lahan-makam-untuk-jenazah-covid-19-cqLTMZnHWq.jpg Pemakaman jenazah Covid-19. (Ilustrasi/Foto : Sindonews)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tak berencana membeli lahan makam untuk menguburkan jenazah pasien virus corona (Covid-19) pada tahun ini.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI, Suzi Marsitawati mengatakan, pada 2021 ini tidak ada penambahan lokasi pemakaman untuk jenazah pasien terpapar Covid-19. Pemprov DKI saat ini fokus pada penataan lahan kuburan.

"Enggak ada pembelian untuk makam," kata Suzi di Jakarta, Selasa (2/3/2021).

Selama ini, pihaknya sudah memanfaatkan lahan seluas 3,3 hektare (ha) untuk menguburkan jenazah Covid-19 dan umum. Bahkan, lahan pemakaman di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, sudah penuh pada pembangunan tahap 1. Apalagi untuk TPU Bambu Apus ini masuk dalam lahan 3,3 hektar yang dibuat Pemprov DKI dalam penanganan jenazah virus corona.

"Sekarang sudah tahap 1, kita buka tahap 1 sudah penuh. Ini kita lagi upayakan tahap 2," tutur Suzi.

Ia menegaskan, lahan 3,3 hektare itu tak hanya diperuntukkan jenazah meninggal akibat Covid-19. Luas lahan kuburan itu digunakan untuk jenazah umum.

"Saya sampaikan bahwa Pondok Ranggon dan Tegal Alur itu bukan khusus Covid. Tetapi, pada saat awal pandemi kedua tempat itu yang dimungkinkan untuk dibuat makam sehari kita gali 30-40 petak makam," ujarnya.

Baca Juga : 1 Tahun Pandemi Covid-19, Presiden Jokowi: Pemerintah Terus Berupaya Kendalikan Pandemi

Karena itu, kata dia, dengan pembukaan lahan kuburan baru di 2 lokasi itu, memudahkan petugas Pemprov DKI menjemput jenazah di rumah sakit dan langsung dimakamkan.

Lebih lanjut, ucap dia, mengenai makam tumpang memang sudah diamanatkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2007. Asalkan dalam prosesnya direstui pihak keluarga.

"Makam itu bisa ditumpang asal dengan persetujuan ahli waris jadi wajib ada persetujuan," tuturnya.

Baca Juga : Perjalanan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia

Sekadar informasi, di Jakarta sampai 1 Maret 2021, total 5.528 orang meninggal dunia terkait Covid-19. DKI mencatat angka kematian terkait Covid-19 mencapai 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%. Untuk itu, masyarakat diimbau menegakkkan protokol kesehatan yang ada untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini