Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan Sementara, Ini Catatan Polisi

Haryudi, Koran SI · Selasa 02 Maret 2021 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 338 2370920 ganjil-genap-di-kota-bogor-ditiadakan-sementara-ini-catatan-polisi-1WKEpM6Xhr.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

BOGOR - Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebutkan ada beberapa faktor penyebab ganjil genap ditiadakan pada pekan depan Sabtu dan Minggu 6-7 Maret 2021, diantaranya karena penularan Covid-19 trendnya mulai mengalami penurunan.

"Kemudian ganjil genap ditiadakan karena atas kesepaktan bersama. Selain sudah ada tren penurunan kasus Covid-19. Juga perlu relaksasi secara ekonomi semua para pelaku usaha di Kota Bogor," ungkap Kombes Pol Susatyo di Bogor, Selasa (2/3/2021).

Menurutnya, seperti yang sudah disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya bahwa pekan depan selama dua Minggu kebijakan ganjil genap dihapus.

"Ganjil genap ditiadakan dalam dua minggu kedepan dengan catatan, melalui penundaan atau relaksasi. Ini tidak membuat masyarakat Kota Bogor menjadi tidak disiplin," ungkapnya.

Menurutnya, jika masyarakat sudah tertata dan mengerti ganjil genap akan ditiadakan seterusnya. Tapi jika nanti angka kasus positif Covid-19 naik lagi, maka dua minggu kedepan akan kembali diterapkan.

"Alasan selanjutnya adalah tentu masih ada polisi RW, ada Aparatur Sipil Negara (ASN) pendamping RW sehingga di tingkat ini semakin berdaya dan semua bisa menekan penyebaran ditingkat lingkungan RW," jelasnya.

Menurutnya, klaster perumahan dan klaster lingkungan hasill evaluasi tim gabungan menurun kasus Covid-19 itu tetap bisa dipertahankan protokol kesehatan di daerah-daerah pemukiman.

"Meski ganjil genap tidak diberlakukan tapi CFD itu masih berlaku. Kalau ada ruas jalan yang padat bisa jadi kita lakukan penutupan sementara atau cara lain agar mengurangi kepadatan," ungkapnya.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Turun, Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan Dua Pekan

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan Satgas Covid-19 telah melakukan pembahasan, mengevaluasi data seminggu terakhir yang hasilnya menunjukkan semua indikator trennya baik.

"Angka Covid-19 trennya turun terus. Kemudian angka kesembuhan naik, angka kematian juga turun, angka keterisian tempat tidur atau BOR juga turun semakin membaik dari semua indikator semakin membaik," ungkapnya.

Pihaknya melihat hal hal ini terjadi bukan hanya karena program vaksinasi sudah berjalan tapi juga karena dampak dari berbagai kebijakan yang telah dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Diantaranya kebijakan PPKM mikro, kemudian juga ganjil genap. Karena itu, selalu terukur dari data-data, maka kami 2 minggu ke depan, meniadakan ganjil genap sambil kita evaluasi," ungkap Bima.

Pihaknya menyebut meniadakan ganjil genap itu sebagai bentuk upaya mensiasati penanganan wabah Covid-19.

"Rem dan gas ini dilakukan tepat sesuai data-data tadi. Jadi ada sedikit relaksasi ke depan, untuk mendorong ekonomi walaupun sebetulnya sektor ekonomi membaik," jelasnya.

Ia menyebutkan pihaknya sepakat untuk lebih fokus memperkuat PPKM mikro. Jadi, kata Bima, posko-posko koordinasi di lapangan akan dipekuat lagi.

"Akan ada simulasi khusus dengan 36 lurah baru bersama satgas dalam menangani kasus positif Covid-19 di Kota Bogor ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini