Dipolisikan, Lurah di Bekasi Diduga Raba Bokong Pedagang Warung

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Selasa 02 Maret 2021 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 338 2371149 dipolisikan-lurah-di-bekasi-diduga-raba-bokong-pedagang-warung-bhzXQ2pARo.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BEKASI – Diduga melakukan perbuatan cabul terhadap seorang pedagang warung, lurah berinisial RJ di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat dilaporkan ke polisi. Pedagang yang diduga menjadi korbannya berjualan di warung dekat kantor lurah tersebut.

Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing membenarkan kasus dugaan pelecehan tersebut. Menurut dia, kasus ini dilaporkan korban dengan laporan kepolisian bernomor LP/2785/K/XII/2020/SPKT/Restro Bekasi Kota. Peristiwa tersebut terjadi pada 8 Desember 2020.

”Iya benar masih dalam penyelidikan petugas dan pemeriksaan saksi -saksi,” katanya.

Baca Juga:  Duh! Beauty Vlogger Dinda Shafay Dilecehkan Barista di Toilet Kafe

Adapun keterangan korban saat membuat laporan, dugaan tindak pidana asusila dilakukan di sebuah ruangan kantor kelurahan. Saat itu, korban ER hendak mengantarkan pesanan berupa teh manis yang dipesan salah satu staf kelurahan.

Tiba-tiba, terduga pelaku menghampiri dan langsung memegang bagian bokong korban sambil meminta dibuatkan pesanan teh manis dan diantarkan ke ruangan. Lalu, ER kembali ke ruangan okunum lurah tersebut untuk mengantar es teh manis. 

Saat itu, ruangan tersebut kosong. Kemudian, saat hendak keluar dari kantor lurah tersebut, ER tidak tidak bisa membuka pintu.

Lalu, lurah tersebut memintanya untuk duduk di sebelahnya. ER langsung menolak permintaan tersebut, namun dia memegang tangan ER dan digesekkan ke arah alat kemaluannya.

Korban merasa tidak tenang dan berupaya keluar namun pintu terkunci. Kemudian, RJ meraba bagian dada dan bokong korban dari arah belakang.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Bos Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Karyawati Perusahaan di Ancol

ER terus mendesak untuk keluar dari ruangan tersebut. Akhirnya, RJ meminta stafnya untuk membukakan pintu. Tak terima dengan aksi yang dilakukan oleh oknum lurah ini, kemudian korban melaporkan kasus pencabulan ini.

”Kami telah memeriksa sejumlah saksi. Total ada tujuh saksi yang diperiksa, yakni suami korban dan enam staf kelurahan,” ungkapnya.

Erna menambahkan, sudah ada enam staf lurah yang sudah dimintai keterangan, staf lurah mengetahui bahwa korban masuk ke ruangan lurah dan mengantarkan minuman. Saat ini, kasus ini masih ditangani petugas kepolisian.

”Masih kita dalami, nanti kalua ada perkembangan kita informasikan kembali,” tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini